
Perwakilan Muslim dan Yahudi berdemonstrasi menentang keputusan pengadilan Cologne.
Pemerintah Jerman menyetujui undang-undang baru yang secara eksplisit melegalkan khitan asalkan dilakukan oleh praktisi berpengalaman.
RUU tersebut disetujui hari ini, Rabu, 10 Oktober.
"Keputusan kabinet hari ini sudah menjadi sinyal penting untuk menghapus ketidakpastian," kata Menteri Kehakiman Sabine Leutheuser-Schnarrenberger seperti dikutip media Jerman.
Langkah ini ditempuh menyusul kemarahan di kalangan masyarakat Muslim dan Yahudi di Jerman setelah pengadilan daerah Cologne pada Juni lalu melarang khitan.
Berbagai kelompok Yahudi dan Muslim langsung memberikan reaksi negatif atas keputusan pengadilan.
Wartawan BBC di Berlin, Steve Evans melaporkan pemerintah Jerman berpendapat sunat tetap boleh dilakukan selama praktik tersebut dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan orang tua diberi tahu mengenai risiko yang mungkin timbul.
Evans melaporkan keputusan pengadilan menimbulkan kekhawatiran di sebagian kalangan masyarakat Jerman keturunan Yahudi tentang kemungkinan munculnya kembali sentimen anti-Semitisme.
Ketika pengadilan di Cologne memutuskan bahwa khitan hampir sama dengan serangan, jelas Steve Evans, sejumlah pemimpin Yahudi khususnya, mengatakan putusan pengadilan adalah serangan terhadap kehidupan Yahudi di negara Holokos.
Oleh karena itu keputusan pemerintah Jerman mengenai RUU khitan ini ditunggu-tunggu sebagai landasan hukum pelaksanaan sunat, lanjut Evans.
Selanjutnya peraturan baru tersebut akan dibahas di parlemen.






