
PBB mengambil contoh India yang memiliki penduduk tua 100 juta.
Dalam waktu 10 tahun jumlah orang yang berusia di atas 60 tahun melebihi satu miliar jiwa, menurut PBB.
Dalam laporan Dana Kependudukan PBB disebutkan dunia harus bersiap untuk menghadapi peningkatan cepat orang lanjut usia, khususnya di negara-negara berkembang.
Perubahan demografi ini akan menjadi tantangan besar untuk sistem kesejahteraan, pensiun dan juga kesehatan.
Badan dunia ini juga mengatakan banyak yang perlu dilakukan untuk menangani sikap "mengabaikan dan juga kekerasan terhadap orang lanjut usia."
Jumlah orang lanjut usia meningkat pesat di dunia dibandingkan jumlah usia lain.
Laporan berjudul, Usia tua di abad 21: Perayaan dan Tantangan, memperkirakan satu dari sembilan orang di seluruh dunia berusia di atas 60 tahun.
Jumlah manula diperkirakan akan membengkak menjadi dua miliar jiwa pada 2050.
India miliki 100 juta penduduk tua
Peningkatan proporsi jumlah manula ini juga merupakan konsekuensi keberhasilan termasuk membaiknya nutrisi, sanitasi, fasilitas kesehatan, kependudukan dan kesejahteraan, menurut laporan itu.
Namun PBB dan yayasan HelpAge yang ikut menyusun laporan menyebutkan sistem untuk menangani penduduk tua tidak ditangani secara baik.
"Di banyak negara berkembang dengan populasi besar penduduk muda, banyak negara tidak memiliki kebijakan untuk membantu penduduk tua atau mempersiapkan kebijakan untuk 2050," kata laporan itu.
Laporan PBB itu menyebut India sebagai contoh dengan mengatakan negara itu perlu mengambil langkah segera.
Hampir dua pertiga penduduk India berusia di bawah 30 tahun. Namun India memiliki 100 juta penduduk tua dan angka itu akan meningkat tiga kali lipat tahun 2050.
Pada umumnya, penduduk tua India tinggal bersama keluarga besar dan dirawat dengan baik.
Namun kecenderungan itu semakin berkurang dan banyak orang lanjut usia di India yang semakin tidak diperhatikan, kata wartawan BBC Sanjoy Majumder di Delhi.






