
Pihak berwenang sering mengadakan razia terhadap pedagang kecil.
Para pejabat Cina dilaporkan menggunakan teknik aneh untuk mengusir pedagang kecil ilegal di kota Wuhan, dengan memelototi mereka sampai membubarkan diri.
Gambar-gambar di situs-situs internet Cina menunjukkan puluhan pejabat berseragam lengkap berada di depan kedai tanpa izin.
Sambil berdiri, mereka memelototi pedagang. Rombongan pejabat chengguan atau petugas pengaturan kota itu tidak menghentikan aksi mereka sebelum para pedagang meninggalkan tempat mereka.
Menurut kantor berita resmi Xinhua, teknik tersebut berhasil sebab sejumlah pedagang sayur di sepanjang suatu jalan tidak lagi berjualan di sana karena "malu".
Media resmi Cina melaporkan para pejabat di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei itu mungkin berusaha mencari kemungkinan teknik-teknik nonkekerasan.
Wartawan BBC di Beijing Martin Patience melaporkan pejabat chengguan melakukan patroli di jalan-jalan untuk memastikan bahwa para pedagang mengantongi izin yang diperlukan.
"Namun mereka sering dikecam atas perlakuan kejam mereka yang telah memicu kerusuhan di masa lalu," jelas Patience.
Taktik memelototi pedagang ini, lanjutnya, sekarang menjadi perdebatan hangat di dunia maya. Sebagian orang memuji taktik yang menggunakan "mata dan bukan kepalan tangan".
Tetapi sebagian orang menganggap taktik itu sebagai "penyalahgunaan emosi".
Media resmi Cina melaporkan para pejabat mungkin berusaha mencari kemungkinan teknik-teknik nonkekerasan.






