
Aseem Trivedi ditahan di Mumbai akhir pekan lalu karena karikaturnya.
Penahanan kartunis antikorupsi di India yang didakwa dengan pasal penghasutan memicu protes besar.
Aseem Trivedi ditahan di kota Mumbai akhir pekan lalu karena karikaturnya disebutkan mengejek institusi India.
Trivedi juga didakwa menghina bendera nasional dan akan berada dalam tahanan polisi sampai tanggal 16 September.
Kartunis India ini ikut serta dalam gerakan antikorupsi yang dipimpin oleh pegiat Anna Hazare.
Media dan sejumlah tokoh India mengecam penahanan Trivedi sebagai "langkah yang keliru."
"Dari informasi yang saya dapat, kartunis ini tidak berbuat apapun yang ilegal dan menahannya adalah tindakan ilegal," kata Ketua Dewan Pers India Markandey Katju kepada surat kabar The Hindu.
"Penahanan yang salah adalah kejahatan serius berdasarkan UU Pidana, dan mereka yang menahan dia harus ditahan," tambahnya.
Tidak diterima dalam demokrasi
Katju, mantan hakim Mahkamah Agung, mempertanyakan mengapa sampai karikatur dianggap kejahatan. Ia mengatakan para politisi harus belajar menerima kritikan.
"Penahanan seperti itu tidak dapat diterima dalam demokrasi," kata Katju.
Sementara itu, mantan pejabat tinggi polisi YP Singh mengatakan kepada surat kabar Mint bahwa "Trivedi dapat dikenakan dakwaan berdasarkan undang-undang untuk mencegah penghinaan terhadap kebanggaan nasional namun bukan penghasutan, karena hukumannya lebih berat."
Bila terbuka bersalah, Trivedi dapat dikenakan hukuman tiga tahun penjara.
Bulan April lalu, polisi India menahan seorang profesor di Kalkuta karena dituduh menerbitkan karikatur di internet yang mencemooh Mentri Kepala Benggala Barat Marmata Banerjee. Namun ia kemudian dibebaskan.






