Transformasi kota Solo

Berbagai gebrakan dilahirkan oleh Walikota Solo Joko Widodo antara lain merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari, hampir tanpa gejolak. Lahan ini kemudian diubah sebagai lahan hijau terbuka. Foto-foto Heyder Affan.

Walikota Solo, Joko Widodo
Keterangan gambar, Walikota Solo Joko Widodo, 50 tahun, yang semenjak terpilih pada 2005, melahirkan berbagai gebrakan. Dia dicalonkan oleh PDI-P.
Walikota Solo, Joko Widodo
Keterangan gambar, Joko Widodo adalah lulusan Fakultas Kehutanan, UGM dan menekuni bisnis mebel sebelum terjun ke dunia politik. Ketika berbisnis mebel, dia sering melakukan perjalanan ke kota-kota di Eropa.
Pasar Klithikan di Solo
Keterangan gambar, Pada awal masa kepemimpinannya, Joko Widodo melakukan survei untuk mengetahui keinginan warga kota. Rata-rata mereka menginginkan penataan pedagang kaki lima dan pembenahan pasar seperti Pasar Klithikan ini.
Pasar Triwindhu
Keterangan gambar, Dalam rangka penertiban, pedagang kaku lima diajak dialog dan didorong untuk pindah ke lokasi-lokasi yang dibangun khusus untuk mereka. Pasar yang menjual barang-barang antik ini, Pasar Triwindu direnovasi pada 2009.
Pedagang kaki lima di Solo
Keterangan gambar, Para pedagang kaki lima ditempatkan di beberapa sudut kota dan tempatnya ditata rapi. Tempat-tempat tersebut ditata rapi dan dibuat nyaman bagi pedagang dan pembeli.
Jalan bebas mobil di Solo
Keterangan gambar, Solo juga mengadakan Car Free Day, hari tanpa mobil di jalan-jalan tertentu, sama dengan Jakarta yang diadakan setiap hari Minggu.
Becak di Solo
Keterangan gambar, Tempat-tempat mangkal becak dijaga kebersihan dan ketertibannya. Pada umumnya becak di Kota Solo berpenampilan sama sehingga terlihat rapi.
Batik Solo Trans
Keterangan gambar, Jalur khusus layanan bus dalam kota, Batik Solo Trans, mengangkut penumpang setiap hari dengan tarif Rp3.500 dan Rp1.500 untuk pelajar. Rute Batik Solo Trans rencananya akan diperluas hingga ke Bandara.
Taman Banjarsari Solo
Keterangan gambar, Ruang terbuka hijau di Taman Banjarsari dibangun di atas lahan yang sebelumnya digunakan para pedagang kaki lima.
Pasar Purwosari
Keterangan gambar, Walikota Solo Jokowi - begitu panggilan akrabnya - disebut-sebut tidak segan menolak kepentingan pemodal yang dianggapnya melawan kebijakan prorakyatnya. Belakangan dia melawan kebijakan Gubernur Jawa Tengah yang hendak mengubah bangunan bersejarah menjadi mal.