Gunung api Taal: Danau di dalam gunung yang menghilang setelah erupsi

Taal volcano

Sumber gambar, ICEYE

Keterangan gambar, Garis putih menunjukkan posisi danau sebelum erupsi terjadi.
    • Penulis, Jonathan Amos
    • Peranan, Koresponden BBC Sains
  • Waktu membaca: 2 menit
Presentational white space

Gunung api Taal di Filipina masih terus meletus hari Jumat (17/01) walaupun letusan abu lebih sedikit dibandingkan pada awal pekan ini.

Para ilmuwan yang memonitor kondisi gunung dari jauh menggunakan peralatan darat dan angkasa untuk meneliti apa yang mungkin terjadi berikutnya.

Gambar radar di artikel ini didapat dari konstelasi Iceye radar constellation.

Sistem Finlandia ini memungkinkan ilmuwan melihat abu dan awan yang dihembuskan gunung api untuk mendeteksi permukaan gunung.

Data itu mengungkap danau di gunung yang disebut Danau Kuning yang posisinya berada di tengah Gunung Taal, kini hampir hilang total.

Interaksi antara air dan magma yang menyebabkan letusan awal gunung ini.

Garis putih putus-putus di gambar artikel ini menunjukkan kondisi danau sebelum letusan pada hari Minggu. Garis putih menunjukkan batas air danau pada Kamis (16/01) sekitar pukul 13:37 WIB.

Kerangka danau yang lebih besar, "Danau Taal" yang mengitari puncak gunung api masih tetap ada.

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

Presentational white space

Radar satelit lain mengkaji bagaimana kondisi di seputar gunung api itu.

Pesawat ruang angkasa Uni Eropa, Sentinel-1 mengumpulkan informasi ini melalui gambar-gambar yang dipantau dari udara.

Teknik ini dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana magma bergerak di bawah gunung api dan apa arti pergerakan ini di masa depan.

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

Presentational white space

Unggahan Twitter dari badan pemetaan Uni Eropa, Copernicus Emergency Management Service (Copernicus EMS), memberikan informasi melalui pemetaan terkait kondisi Gunung Taal dan sekitarnya.

Pemerintah Filipina berupaya untuk mencegah sekitar 50.000 warga yang diungsikan, kembali ke rumah-rumah mereka untuk mengambil harta benda dan memeriksa ternak.

"Izinkan kami memonitor situasi dulu. Kami mempelajari apa artinya (perkembangan gunung api )," kata Maria Antonia Bornas, seorang ilmuwan dari badan seismologi Filipina kepada para wartawan.

"Tak ada aktivitas bisa berarti jeda aktivitas gunung api. Bahaya masih tetap ada," kata Bornas seperti dikutip kantor berita AFP.

Banyaknya abu yang jatuh di wilayah seputar Gunung Taal merupakan bukti yang didapat dari gambar satelit Frencah Spot-7 dan satelit Pléiades.

Kawasan hijau diselimuti awan abu-abu.

Gunung Taal

Sumber gambar, AIRBUS/CNES

Keterangan gambar, Di bagian tengah Gunung Taal dulunya terdapat danau kecil yang disebut Danau Kuning.

Gambar kiri di atas di dapat pada Juli tahun lalu dan menunjukkan kondisi kawah danau.

Gambar kanan didapat hari Selasa (14/01). Satelit optik tidak dapat menangkap abu dan awan, seperti yang biasa ditangkap melalui satelit radar.

Taal volcano

Sumber gambar, AIRBUS/CNES

Foto-foto ini bila diperbesar dapat dilihat bagian-bagian yang tertutup abu.

[email protected] ikuti Twitternya @BBCAmos