Antrian di Bangok untuk mengikuti prosesi pemakaman Raja Bhumibol

Sejumlah warga Thailand yang berpakaian hitam antri semalaman untuk mendapat tempat guna mengikuti prosesi pemakaman Raja Bhumibol Adulyadej yang akan digelar Kamis (26/10).

Bangkok, Thailand, Raja Bhumibol

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para penduka yang berpakaian hitam-hitam antri untuk masuk ke kawasan-kawasan di ibu kota Bangkok yang akan dilewati prosesi kremasi Raja Bhumibol Adulyadej, dan akan menghabiskan semalaman lagi di pinggir jalan karena kremasi baru digelar Kamis (26/10).
Bangkok, Thailand, Raja Bhumibol

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Hujan tidak menghambat para penduka yang bermalam di jalanan sejak Selasa (24/10) agar mendapat tempat terbaik di pinggir jalan yang akan dilewati prosesi pemakaman Raja Bhumibol yang mereka hormati.
Bangkok, Thailand, Raja Bhumibol

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Mereka yang sudah mendapat tempat masih harus bermalam lagi di bawah udara terbuka demi menghormati Raja Bhumibol, yang wafat 13 Oktober 2016 lalu.
Bangkok, Thailand, Raja Bhumibol

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Seorang penduka 'beristirahat tenang bersama foto Raja Bhumibol' di dalam tasnya setelah mendapat tempat di tepi salah satu jalan di ibu kota Bangkok.
Bangkok, Thailand, Raja Bhumibol

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Para penduka yang baru antri pada Rabu (25/10) jelas kalah cepat dari yang sudah menginap sejak semalam sebelumnya.
Bangkok, Thailand, Raja Bhumibol

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Salah satu tempat utama bagi para penduka adalah jalanan di depan Istana Kerajaan di pusat ibu kota Bangkok.
Bangkok, Thailand, Raja Bhumibol

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Raja Bhumibol Adulyadej yang wafat pada usia 88 tahun amat dihormati oleh rakyat Thailand dan pengamat mengatakan putranya, Raja Maha Vajiralongkorn, perlu bekerja lebih keras untuk meraih popularitas seperti ayahnya.
Bangkok, Thailand, Raja Bhumibol

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pada masa tahtanya selama 70 tahun, berulang kali Raja Bhumibol Adulyadej muncul sebagai pemersatu dalam krisis politik yang melanda Thailand.