Korea Utara: Mengintip negara yang paling tertutup di dunia

Satu tim situs berita NK News berkunjung ke Korea Utara untuk merekam kehidupan sehari-hari warga negara yang dikenai sanksi internasional karena uji coba senjata nuklirnya.

Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Sekelompok murid sekolah di kereta bawah tanah dalam perjalanan pulang di ibu kota Pyongyang. Foto-foto oleh Tim NK News yang berkunjung ke Korea Utara pada bulan September. Pengambilan foto harus mendapat persetujuan dari pendamping pemerintah, yang selalu mengikuti tim.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Acara piknik di kawasan air terjun Ullim, tak jauh dari kota pelabuhan Wonsan, lengkap dengan bir dan peralatan karaoke yang menjadi salah satu petunjuk bahwa sanksi internasional tidak mempengaruhi semangat warga Korea Utara.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Para murid yang mengikuti acara perkemahan ini mengenakan pakaian olahraga, sebagian merupakan merek internasional seperti Adidas dan Nike. Bisa jadi merupakan produk tiruan dan kemungkinan mereka tidak mengetahui merek-merek global itu mengingat ketertutupan Korea Utara dari dunia internasional.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Feri penumpang ini dulu menghubungkan Wonsan dengan kota pelabuhan Jepang, Niigata, namun layanannya ditutup setelah sanksi tahun 2006 walau ternyata masih ada awak yang bertugas di feri yang kini hanya merapat di Wonsan.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Tiram merupakan makanan yang populer di kawasan kota pantai di Korea Utara dan biasanya diutamakan untuk ekspor namun sanksi PBB pada awal Agustus, yang melarang semua ekspor makanan laut Korea Utara, membuat makanan populer ini lebih banyak tersedia untuk penduduk setempat.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Sepeda listrik impor dari Cina dan Jepang biasanya banyak ditemukan di ibu kota Pyonyang walau mulai menyebar juga ke kota-kota yang lebih kecil, yang memperlihatkan perekonomian di luar Pyongyang agaknya mulai bangkit juga.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Beberapa alat angkutan masih amat mendasar, seperti pengangkutan kardus-kardus dengan kereta kerbau untuk dibawa ke pusat pendauran ulang di kota Hamhung.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Perempuan yang duduk di tengah membawa tas plastik dari Miniso, toko murah milik kemitraan perusahaan Cina dan Jepang yang membuka tokonya di Pyongyang pada kuartal pertama tahun 2017. Akan tetapi sanksi yang lebih ketat membuat toko itu harus mengubah namanya.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Sanksi internasional membuat banyak stasiun pengisian bensin tutup dan terbatasnya aliran listrik sehingga semakin banyak orang yang memasang panel tenaga surya di jendela mereka, seperti di sebuah apartemen di kota Kaesong ini.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Walau menghadapi kesulitan ekonomi, mesin propaganda terus bergulir. Setiap tahun Hari Kemerdekaan dirayakan secara meriah di Pyongyang dengan berbagai tarian massal.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Persepsi tentang ancaman dari luar selalu ada, antara lain dengan pajangan spanduk anti-Amerika Serikat dan slogan patriotik, namun tetap saja ada senyum lepas untuk warga asing.
Korea Utara, korea

Sumber gambar, NK News

Keterangan gambar, Korea Utara menegaskan siap untuk berperang kapan saja, dan pilar-pilar ini adalah perangkat anti- tank yang dibangun di tepi sebuah jalan bebas hambatan. Di bawah pilar ini terdapat bahan peledak dan jika ada invasi asing, maka ledakan akan membuat pilar terjatuh dan menghalangi tank musuh.