Pilkada Serentak, Pileg dan Pilpres 2019

Sumber gambar, EPA
Apakah hasil di Pilkada Serentak 2018 akan mempengaruhi kekuatan politik atau bahkan hasil di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang?
Marzuki Wahid, peneliti dari Institut Islam Fahmina di Cirebon, bependapat pengaruh pilkada itu tidak bisa dihindari.
Walau para pemilih relatif sudah semakin cerdas, tetap saja pemimpin daerah masih berpengaruh.
"Gubernur, bupati, walikota hari ini tidak secara mutlak lagi bisa mengarahkan masyarakat untuk memilih satu calon tertentu, tapi karena mereka sudah dipilih mayoritas suara terbanyak dan juga ada dukungan parpol serta juga punya otoritas dan kekuasaan serta jaringan sampai ke bawah, tentu potensi besar untuk mendulang suara bagi Pilpres mendatang."
Sementara Firman Manan, pengajar Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran Bandung, mengkaitkan hasil pilkada Jabar -yang memiliki 32 juta pemilih atau sekitar 18% dari seluruh pemillih di Indonesia- dengan pemilihan nasional.
Tahun 1999, PDI-P meraih kemenangan di Jawa Barat dan juga di tingkat nasional. Sejak saat itu, partai pemenang di Jabar memang sekaligus pula meraih suara terbesar di pemilihan legislatif nasional, yaitu 2004 dengan kemenangan Golkar, 2009 untuk Demokrat dan 2014 diraih PDI-Perjuangan.
"Bagaimanapun Jawa Barat menjadi barometer sejak pemilihan 1999 dengan partai yang menang di Jawa Barat juga selalu menang di tingkat nasional. Menjadi penting memang penguasaan politik di Jawa Barat bagi partai-partai yang ingin menang di 2019," tutur Firman, kepada wartawan BBC News Indonesia, Liston Siregar.
*. Laporannya bisa Anda dengarkan dalam Siaran BBC Dunia Pagi Ini edisi khusus Pilkada Serentak 2018, Kamis 28 Juni pukul 05.00 WIB.
















