Quick count Pilkada: Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Khofifah, Nurdin Abdullah, Edy Rahmayadi, Wayan Koster, 'menang'

Hasil quick count sementara menunjukkan sejumlah calon yang sedari awal dijagokan, termasuk Ridwan Kamil (Jabar), Ganjar Pranowo (Jateng), Khofifah (Jatim), Nurdin Abdullah (Sulsel) dan Edi Rahmayadi (Sumut), Wayan Koster (Bali) 'unggul.'

Liputan langsung

  1. Pilkada Serentak, Pileg dan Pilpres 2019

    Pilkada, Sumut

    Sumber gambar, EPA

    Keterangan gambar, Walau pemilih makin cerdas, kepala daerah dianggap masih punya pengaruh politik.

    Apakah hasil di Pilkada Serentak 2018 akan mempengaruhi kekuatan politik atau bahkan hasil di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang?

    Marzuki Wahid, peneliti dari Institut Islam Fahmina di Cirebon, bependapat pengaruh pilkada itu tidak bisa dihindari.

    Walau para pemilih relatif sudah semakin cerdas, tetap saja pemimpin daerah masih berpengaruh.

    "Gubernur, bupati, walikota hari ini tidak secara mutlak lagi bisa mengarahkan masyarakat untuk memilih satu calon tertentu, tapi karena mereka sudah dipilih mayoritas suara terbanyak dan juga ada dukungan parpol serta juga punya otoritas dan kekuasaan serta jaringan sampai ke bawah, tentu potensi besar untuk mendulang suara bagi Pilpres mendatang."

    Sementara Firman Manan, pengajar Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran Bandung, mengkaitkan hasil pilkada Jabar -yang memiliki 32 juta pemilih atau sekitar 18% dari seluruh pemillih di Indonesia- dengan pemilihan nasional.

    Tahun 1999, PDI-P meraih kemenangan di Jawa Barat dan juga di tingkat nasional. Sejak saat itu, partai pemenang di Jabar memang sekaligus pula meraih suara terbesar di pemilihan legislatif nasional, yaitu 2004 dengan kemenangan Golkar, 2009 untuk Demokrat dan 2014 diraih PDI-Perjuangan.

    "Bagaimanapun Jawa Barat menjadi barometer sejak pemilihan 1999 dengan partai yang menang di Jawa Barat juga selalu menang di tingkat nasional. Menjadi penting memang penguasaan politik di Jawa Barat bagi partai-partai yang ingin menang di 2019," tutur Firman, kepada wartawan BBC News Indonesia, Liston Siregar.

    *. Laporannya bisa Anda dengarkan dalam Siaran BBC Dunia Pagi Ini edisi khusus Pilkada Serentak 2018, Kamis 28 Juni pukul 05.00 WIB.

    Pilkada
    Keterangan gambar, Pilkada Serentak 2018 ini digelar hanya setahun menjelang Pileg dan Pilpres 2019.
  2. Pasangan yang sementara unggul dalam pemilihan gubernur

    Sulawesi Selatan

    Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman

    Partai pendukung: PDIP, PAN dan PKS

    Sulawesi Tenggara

    Ali Mazi - Lukman Abunawas

    Partai pendukung: Golkar, NasDem, Partai Bulan Bintang

    Kalimantan Barat

    Sutarmidji-Ria Norsan

    Partai pendukung: Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

    Kalimantan Timur

    Isran Noor - Hadi Mulyadi

    Partai pendukung: Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN)

    Nusa Tenggara Timur

    Victor Laiskodat-Josef Nae Soi

    Partai pendukung: Nasional Demokrat ( NasDem), Golongan Karya ( Golkar), dan Hati Nurani Rakyat (Hanura).

    Nusa Tenggara Barat

    Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalilah

    Partai pendukung: Partai Demokrat dan PKS

    Maluku

    Murad Ismail-Barnabas Ornoyang.

    Partai pendukung: Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, PKPI, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai NasDem

  3. Siapa dan koalisi partai mana yang sementara unggul dalam pemilihan gubernur?

    Pasangan berikut unggul dalam pemilihan gubernur di 15 dari 17 provinsi yang ikut Pilkada berdasarkan beberapa lembaga survei yang melakukan quick count atau hitung cepat. Papua dan Maluku Utara tidak melakukan hitung cepat.

    Jawa Barat

    Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum

    Partai pendukung: PKB, PPP, Nasdem, Hanura

    Jawa Tengah

    Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen

    Partai Pendukung: PDIP, Partai Demokrat, Nasdem, PPP, Partai Golkar

    Jawa Timur

    Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak

    Partai pendukung: Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Nasdem, PAN, Hanura

    Sumatera Utara

    Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah

    Partai pendukung: Gerindra, PKS, PAN, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, Partai Demokrat, PKB

    Sumatera Selatan

    Hilman Deru-Mawardi Yahya

    Partai pendukung: PAN, Nasdem, Hanura

    Riau

    Syamsuar-Edy Nasution

    Partai pendukung: PAN, Nasdem, PKS

    Lampung

    Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim

    Partai pendukung: Partai Golkar, PKB, PAN

    Bali

    Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

    Partai pendukung: PDIP, Hanura, PKB, PAN, PKPI

    Ridwan Kamil

    Sumber gambar, Antara

    Keterangan gambar, Ridwan Kamil maju di Pilgub Jabar dengan didukung oleh PKB, PPP, Nasdem, Hanura.
    Edy Rahmayadi

    Sumber gambar, Antara

    Keterangan gambar, Edy Rahmayadi untuk sementara unggul di Pilgub Sumut.
  4. Cuitan Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo dan Khofifah Indar Parawansa

  5. Emil Dardak akui jadi wakil Khofifah akan jadi tantangan tersendiri

    Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul di Pilkada Jawa Timur menurut hasil hitung cepat hingga Rabu (27/06) sore.

    Sebagai tokoh muda, Emil menyatakan, menjadi wakil Khofifah adalah sebuah tantangan baginya untuk membangun Jawa Timur yang dimotori generasi muda.

    "Kita harus membangun semacam kolaborasi dengan seluruh kelompok masyarakat, dengan penggerak-penggerak generasi muda. Agar kita bisa mencari format untuk memajukan Jawa Timur ke depan," kata Emil di Surabaya, seperti dilaporkan Roni Fauzan untuk BBC News Indonesia.

    Khofifah mengatakan selama kampanye dirinya menerima banyak rekomendasi strategis dari berbagai elemen masyarakat. "Kampanye tidak sekedar sosialisasi, namun aspirasi yang masuk menjadi navigasi program Nawa Bhakti Satya," kata Khofifah.

    Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, serta menyampaikan salam hormat untuk pasangan calon nomor 2, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

    Emil Dardak

    Sumber gambar, Antara

  6. Ganjar unggul di Jawa Tengah, memuji tim Sudirman Said

    Penghitungan internal yang dilakukan PDI Perjuangan memperlihatkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin unggul sementara dengan perolehan 59,22%, sementara lawan mereka, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah mendapatkan 40,78%.

    Menurut data PDIP, Ganjar hanya kalah di tiga daerah.

    "Saya akui kalah di Kabupaten Brebes, Tegal dan Kebumen. Tim Pak Dirman itu memang hebat," kata Ganjar dalam jumpa pers di Semarang, seperti dilaporkan Noni Arnee dari Semarang untuk BBC News Indonesia.

    Ganjar memperkirakan hasil hitung cepat tidak akan jauh berbeda dengan hasil resmi KPU.

    "Naga-naganya tidak ada satu pun hasil quick count yang mengalahkan pasangan Ganjar-Yasin. Biasanya tidak berubah jauh dari hasil exit poll. Tapi dinamika belum selesai, tetap harus diawasi dan dikawal agar tidak ada suara yang tercecer," kata Ganjar.

    Perhitungan cepat versi tim pemenangan PDI Perjuangan dilakukan oleh Pandawa Reseach terhadap sampel 400 TPS di Jateng secara acak proposional dengan margin error 1%.

    Sementara itu hari hasil real count data C1 Pilgub Jateng hingga pukul 18.00 WIB menunjukkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin memperoleh 59,30% dan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah 40,70%.

    Ganjar-Yasin

    Sumber gambar, Noni Arnee

  7. Pilkada dan Piala Dunia 2018

    Sejumlah daerah menampilkan tema Piala Dunia 2018 di TPS.

    Pilkada

    Sumber gambar, AFP

    Keterangan gambar, Messi, Ronaldo atau Neymar? Foto pemain Argentina, Portugal dan Brasil ini menyemarakkan satu TPS di Surabaya.
    Pilkada

    Sumber gambar, AFP

    Keterangan gambar, Di Bandung, TPS ada yang lengkap dengan gawang.
    Pilkada

    Sumber gambar, AFP

    Keterangan gambar, Dan di Solo, bola warna-warni dan bendera menyemarakkan TPS.
  8. Berbagai komentar soal Pilkada dan kemungkinan pemenangnya di media sosial

  9. Edy Rahmayadi ungguli Djarot di Sumut, serukan diakhirinya perbedaan pilihan politik

    Mantan Pangkostrad dan Ketua PSSI Edy Rahmayadi memenangi pemilihan gubernur Sumatera Utara versi hitung cepat, mengalahkan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

    Dalam pidato kemenangannya, Edy mengapreasi Pilkada yang berlangsung relatif aman dan kondusif, seperti dilaporkan Ayomi Amindoni dari Medan.

    Ia juga menyinggung makin banyaknya warga Sumut yang tak lagi apatis dengan politik dan menggunakan hak suara.

    Berdasarkan hitung cepat, selisih perolehan kedua pasangan ini sekitar 13%.

    Pasangan Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah meraup 56,97% suara, sementara pasangan Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus meraih 43,03% suara.

    “Kemenangan ini merupakan kemenangan Sumatera Utara,” kata Edy di depan para pendukungnya.

    Edy mengatakan dengan berakhirnya pencoblosan pada pukul 13.00 WIB, maka berakhir pula perbedaan pilihan politik di Sumatera Utara.

    “Kami tak semata mengejar menjadi gubernur tapi kami mencari legalitas untuk membangun Sumut dalam rangka realisasi visi dan misi Sumatera yang bermartabat,” tegasnya.

    Hal ini pula yang diungkapkan oleh Djarot Syaiful Hidayat. Dia mengatakan siapa pun yang akan menjadi pemenang dalam pilgub Sumut, yang terpenting adalah bersama-sama membangun Sumatera Utara.

    “Kita harus merangkul semuanya...," kata Djarot.

    Edy

    Sumber gambar, BBC Indonesia

    Keterangan gambar, Pasangan Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah meraup 56,97% suara berdasarkan hitung cepat.
  10. Serba-serbi Pilkada: Dari baju pocong sampai pengantin

    Warga telah memberikan suaranya di Pilkada dan inilah serba-serbi yang tercatat di dua daerah:

    • Pengantin memilih usai ijab kabul di Pati
    • Baju daerah petugas TPS di Bandar Lampung
    pengantin di Pilkada Jawa Tengah

    Sumber gambar, Agus Pamudi, PAS FM Pati

    Keterangan gambar, Sepasang pengantin yang selesai prosesi pernikahan, menyempatkan diri menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS). Pasalnya, saat prosesi pernikahan berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, kata Agus Pambudi dari Pas FM, Pati.
    Pilkada Bandar Lampung

    Sumber gambar, Robert, Suara Wajar, Bandar Lampung

    Keterangan gambar, Di sejumlah TPS, para petugas mengenakan baju tradisional Lampung, cerita Robert dari Radio Suara Wajar.
  11. Kotak kosong menang, pilkada harus diulang

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan jika pasangan calon tunggal kalah di pilkada, maka pilkada harus diulang.

    "Pemilihan di daerah tersebut akan diikutkan pada pilkada serentak berikutnya," kata Pramono.

    Karena tidak ada yang menang, maka akan ditunjuk pejabat yang akan menjalankan pemerintahan di daerah tersebut, sampai digelar lagi pilkada.

    Prospek ini bisa terjadi di Makassar, jika hasil hitung cepat sesuai dengan hasil resmi KPU.

    Hingga Rabu (27/06) petang, hitung cepat beberapa lembaga survei menunjukkan satu-satunya pasangan calon di pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu), kalah dari kotak kosong.

    Berdasarkan hitung cepat sejauh ini, pasangan ini meraih sekitar 46% sementara kotak kosong dipilih oleh sekitar 53%.

    Tadinya pilkada di Makassar diikuti oleh dua pasangan calon, namun pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari dinyatakan gugur.

    Pasangan petahana ini antara lain dinyatakan 'menyalahgunakan wewenang dalam proses pencalonan'.

    KPU mengatakan ada 16 pilkada yang diikuti oleh kotak kosong.

    Pilkada

    Sumber gambar, AFP

  12. Menkopolhukam Wiranto: Yang kalah harus introspeksi

    Menteri koordinator politik hukum dan keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meminta agar pihak yang kalah dalam Pilkada 2018 berjiwa besar.

    "Yang kalah harus introspeksi bahwa masih ada waktu-waktu lain untuk berlaga kembali," kata Wiranto dalam jumpa pers bersama Panglima TNI, Kapolri dan pejabat terkait, Rabu (27/06) siang.

    Hal itu ditegaskan Wiranto di tengah berlangsungnya perhitungan cepat (quick count) oleh sejumlah lembaga survei setelah proses pemberian suara di 171 daerah telah berakhir.

  13. Ridwan Kamil 'bersumpah jadi pemimpin semua orang tak peduli agama suku ras'

    Mantan walikota Bandung, Ridwan Kami menyampaikan 'pidato kemenangan' pemilihan gubernur Jawa Barat di markas pemenangan tim Rindu (Ridwan-Uu).

    "Tentu kita masih menunggu hasil rekapitulasi resmi KPU. Namun menurut ilmu statistik, sesudah hasil hitung cepat mencapai tingkat tertentu, apalagi ini dari berbagai lembaga, hasilnya susah berubah," katanya.

    Ridwan Kamil

    Sumber gambar, Julia Alazka untuk BBC News Indonesia

    Ridwan Kamil yang berpasangan dengan Uu Rushanul Ulum menegaskan, kemenangan mereka adalah untuk semua warga Jawa Barat.

    "Saya bersumpah akan menjadi pemimpin bagi semua warga Jawa Barat, yang penduduknya paling banyak di Indonesia, jumlahnya kira-kira sama dengan jumlah penduduk Malaysia ditambah dengan jumlah penduduk Australia," katanya disambut tepuk tangan pendukungnya.

    "Saya tidak akan membeda-bedakan agama, suku dan golongan. Tidak akan peduli apakah dia mencoblos kami atau tidak. Selama dia berstatus warga Jawa Barat, maka saya akan melayaninya," katanya.

    Ridwan Kamil

    Sumber gambar, Julia Alazka untuk BBC News Indonesia

    Dalam hitung cepat berbagai lembaga survey, pasangan engan kode 'Rindu' itu unggul dengan perolehan suara antara 32% hingga 33,7%. Pesaing terdekatnya, di luar dugaan adalah pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan perolehan suara 28,5% hingga 20,5%. Sementara petahana wakil gubernur Dedy Mizwar yang berpasangan dengan bupati Purwakarta Dedy Mulyadi, yang banyak dijagokan, hanya memperoleh 24,5% hingga 26,5%.

    Betapa pun, Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Emil, menyerukan para pendukungnya untuk selalu waspada. Khususnya terhadap mereka yang tidak suka dengan hasil (kemenangan) ini.

  14. Khofifah menang di Jawa Timur, Saifullah 'akan menunggu'

    Mantan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memenangkan pemilihan gubernur Jawa Timur dalam Pilkada Serentak 2018.

    Sementara pesaingnya, petahana wakil gubernur, Saifullah Yusuf, menyatakan 'masih akan menunggu laporan-laporan di lapangan.'

    Dalam hasil hitung cepat berbagai lembaga survey, Khofifah yang berpasangan dengan Emil Dardak, memperoleh antara 52% hingga 55%. Sementara Saifulllah Yusuf yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno, memperoleh antara 44.5% hingga 47,6%.

    Dalam jumpa pers, Saifullah Yusuf menyebut, di satu sisi pihaknya akan menunggu juga hasil rekapitulasi resmi, namun ia akan sudah tahu hasil nyata sebelumnya, melalui penghitungan-penghitungan lapangan, selain hasil hitung cepat berbagai lembaga survey.

  15. Edi Rahmayadi menang di Sumatera Utara, Djarot kalah

    Pasangan Edi Rahmayadi - Musa Rajekshah diperkirakan memenangkan pemilihan gubernur Sumatera Utara dengan perolehan sekitar 60% menurut perhitungan berbagai lembaga survey. Sementara pesaingnya, mantan gubernur Jakarta Djarot Syaiful Hidayat yang brpasangan dengan Sihar Sitorus memperoleh sekitar 40 %.

  16. Ridwan Kamil unggul di Jawa Barat

    Mantan walikota Bandung, Ridwan Kami diperkirakan memenangkan pemilihan gubernur Jawa Barat dalam pilkada Serentak 2018.

    Ridwan Kamil yang berpasangan dengan Uu Rushanul Ulum, dalam hitung cepat berbagai lembaga survey, unggul dengan perolehan suara antara 32% hingga 33,7%. Pesaing terdekatnya, di luar dugaan adalah pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan perolehan suara 28,5% hingga 20,5%.

  17. Hitung Cepat: Ganjar Pranowo diperkirakan menang di Jawa Tengah

    Berbagai lembaga survey memperkirakan bahwa petahana Ganjar Pranowo akan terpilih kembali menjadi Gubernur Jawa Tengah.

    Lembaga-lembaga hitung cepat itu antara lain SMRC, LSI, Indo Barometer dan Charta Politika.

    Ganjar Pranowo berpasangan dengan Taj Yasin sejauh ini memperoleh sekitar 58%, sementara lawannya, pasangan Sudirman Said - Ida Fauziah memperoleh sekitar 42%

  18. Hitung Cepat: Nurdin Abdullah unggul besar di Pilgub Sulawesi Selatan

    Hasil hitung cepat sejumlah lembaga menunjukkan, Nurdin Abdullah akan terbilih sebNurdin Abdullah agai gubernur Sulawesi Selatan.

    Lembaga-lembaga survey yang memperkirakan kemenangan Nurdin Abdullah dalam hitung cepat itu antara lain SMRC, LSI, Indo Barometer dan Charta Politika.

    Nurdin Abdullah yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman unggul dengan perolehan sekitar 42%.

    Di bawahnya, pasangan Nurdin Halid - Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dengan sekitar 29%, lalu pasangan Ichsan Yasin Limpo - Andi Muzakkar sekitar 19% dan terakhir, Agus Arifin Numang - Tanri Bali Lamo sekitar 9%

  19. Tahukah Anda?

    Kabupaten Tanggamus merupakan satu dari 14 kabupaten di Provinsi Lampung.

    Dalam pilkada hari ini, dua pasangan calon akan memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati.

    Tanggal 26 Maret lalu, kabupaten ini memperingati ulang tahunnya yang ke-21 dengan menggelar Tanggamus Expo selama lima hari untuk memperlihatkan produk barang dan jasa unggulan serta yang disebut sebagai hasil-hasil pembangunan.

    Sebagian besar warga Tanggamus hidup bertani dan berkebun, yang menghasilkan padi, kopi, dan juga buah-buahan.

    Tahun lalu, pada pekan pertama Juli, Pemkab Tanggamus menggelar Festival Durian dengan menyediakan sekitar 1.000 durian untuk dinikmati warganya.

    Kota Agung merupakan ibu kota Kabupaten Tanggamus yang penduduknya mencapai 580.383 jiwa.

    Menurut situs Kemendagri, Belanda masuk ke wilayah Kota Agung pada tahun 1889, dan seorang kontroller memerintah di sana.

    Dalam pilkada 2018 ini, calon yang bertanding adalah Dewi Handajani-A,M.Syafi'i dengan Samsul Hadi-Nuzul Irsan.

  20. Mahasiswa luar daerah tidak bisa mencoblos

    Bahtiar Juniarto (21) harus bolak balik ke Tempat Pemungutan Suara TPS 02 Kelurahan Tembalang, Semarang, demi mendapatkan hak suaranya dalam Pemilhan Gubernur Jawatengah 2018. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro asal Tegal ini ditolak petugas KPPS ketika mendaftar, lapor Nonie Arnee, seorang watawan di Jawa Tengah.

    “Saya harus kembali ke kelurahan untuk mendapatkan stempel di formulir A5, yang merupakan formulir bagi pemilih yang pindah domisili. Ini Pilkada pertama saya, jadi saya akan mengurus untuk mendapatkan hak suara dan bisa nyoblos, ujar Bahtiar yang datang ke TPS pukul 12.20 WIB.

    Bahtiar Juniarto

    Sumber gambar, Nonie Arnee untuk BBC News indonesia

    Keterangan gambar, Bahtiar Juniarto bolak-balik TPS dan kelurahan.

    Penduduk yang tidak masuk dalam DPT memang diberi kesempatan menggunakan hak pilihnya pada satu jam terakhir sebelum TPS tutup pukul 13.00 WIB. Namun karena kurangnya sosialisasi banyak mahasiswa asal luar daerah di Jateng ini kehilangan haknya.

    Dida Suyatno, mahasiswa Akutansi semester akhir asal Sragen merelakan suaranya hilang karena hanya membawa surat undangan dari RT di tempat domisili dan KTP. “Tidak tahu kalau formulir C5 harus ditukar dulu dengan C6 dan ditandatangani petugas. Ya sudah tidak jadi memilih.” Tambahnya sambil berlalu pergi meninggalkan lokasi TPS.

    Dida Suyatno

    Sumber gambar, Nonie Arnee untuk BBC News indonesia

    Keterangan gambar, Dida Suyatno akhirnya tak bisa memilih.

    Petugas KPPS TPS 02 Tembalang, Sutarni mengatakan, tidak tahu pasti jumlah pemilih luar daerah yang akan menggunakan hak pilihnya di TPS 02. Sesuai prosedur, pihak penyelenggara menyediakan kertas suara sebanyak 10 persen dari jumlah pemilih yang mencapai 381 pemilih. “Mahasiswa yang tidak bisa pulang menggunakan hak pilihnya di TPS setempat, tapi tetap harus sesuai ketentuan.”

    Jumlah pemilih dalam Pilkada Jateng mencapai 27.068.500. Jumlah ini ketiga tersbesar setelah Pilkada Jabar dan Jatim. Dalam Pilkada Jateng ini ada 2 pasangan calon yakni paslon nomor 1, Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen dan paslon nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fauziyah.