Ini sesi 'saling serang' yang hiruk-pikuk antara pasangan Ahok-Djarot dan pasangan Agus-Sylvi.
Djarot, cawagub nomor dua, mempertanyakan konsep rumah apung dan 'menggeser, bukan menggusur' yang ditawarkan pasangan Agus-Sylvi. Ia juga menanyakan, bagaimana upaya Agus-Sylvi memastikan bahwa program dana Rp1 miliar tiap RW mereka bebas korupsi.
Agus langsung menyerang balik. "Ini gagal fokus: menanyakan sesuatu berdasarkan hoax," kata Agus.
Ia menyebut, pernah diwawancarai dan memang mengatakan bahwa di luar negeri ada rumah apung yang bisa dibangun dan sukses. Namun mereka tak pernah menyebutkannya sebagai program unggulan. "Silakan dicek," kata Agus.
Adapun tentang 'menggeser tanpa menggusur', Agus mengulang peparan, bahwa Pemda harus tak boleh menggusur secara paksa hingga ke tempat jauh tanpa kompensasi.
Menurut Agus, ia berkeinginan agar warga memiliki rumah, bukan menyewa. Karenanya dari tempat yang tak layak, dengan tempat usaha yang tak jauh, dengan konsep menggeser dari tepi sungai, dibuatkan permukiman vertikal.
Ia juga mempermasalahkan Djarot yang ditudingnnya curiga pada rakyatnya sendiri, terkait bagaimana cara menjamin agar dana Rp1 miliar per RW tak dikorupsi.