Siapakah yang layak menjadi presiden AS?

Terbaru  31 Oktober 2012 - 20:56 WIB
Petunjuk ke TPS

Suara pemilih akan menentukan masa depan Amerika Serikat dan mungkin juga dunia.

Satu tahun lalu Barack Obama mencatat sejarah ketika dengan mudah dia mengalahkan John McCain dari Republik di pemilihan presiden Amerika Serikat dan menjadikannya sebagai presiden AS pertama berkulit hitam.

Kini Obama bertarung untuk masa jabatan kedua dengan menantang saingannya Mitt Romney, mantan gubernur Massachusetts yang antara lain mempunyai modal pengalaman, kekayaan serta jaringan besar penggalang dana.

Dalam tiga putaran debat televisi, kedua politikus bersilang pendapat mengenai sejumlah persoalan yang dihadapi Amerika Serikat.

Dalam masalah luar negeri, para analis mengatakan Obama cenderung mengedapkan dialog sebagai jalan pemecahan konflik. Mitt Romney cenderung menempuh pendekatan konfrontatif, termasuk dalam menghadapi program nuklir Iran dan persaingan usaha dengan Cina.

Komentar Anda

Bagaimana komentar Anda tentang pemilihan presiden Amerika Serikat?

Siapa yang layak memimpin negara besar di dunia itu?

"Romney akan mengikuti pendahulunya... yaitu hobinya perang dan itu akan semakin dibenci oleh seluruh dunia. Ya saya masih percaya sama Obama."

Eghy Ignasius Rudin

Masalah-masalah apa saja yang perlu ditangani oleh presiden terpilih Amerika?

Apakah Amerika yang sering diposisikan sebagai 'polisi dunia' masih relevan pada era sekarang? Ataukah negara-negara lain, seperti Cina semakin berpengaruh dan mengambil alih posisi Amerika di dunia?

Komentar Anda kami nantikan untuk acara Forum BBC Indonesia yang disiarkan di radio setiap Kamis pukul 18:00 WIB dan juga di internet BBCIndonesia.com.

Tulis komentar Anda di kolom yang disediakan di bawah ini.

Sertakan nama dan asal kota Anda. Jangan lupa cantumkan nomor telepon bila Anda bersedia dihubungi BBC apabila komentar Anda terpilih.

Ragam pendapat

"Dari dalam lubuk hati dan seluruh jiwa raga saya, saya tetap menginginkan Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat untuk periode yang berikut lagi ini. Karena, selama kepemimpinannya telah banyak sekali dampak positif bagi seluruh bangsa di dunia yaitu dengan tetap terciptanya perdamaian dunia. Dan juga, sangat berperan penting dalam membantu pembangunan di setiap negara-negara. Salah satu contohnya di Indonesia adalah, dengan adanya bantuan PNPM sampai ke seluruh pelosok-pelosok negeri. Dan bantuan ini sangat di rasakan sekali manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia." Yakobus Yansen Pang, Sumba Timur.

"Saya senang dengan Obama karena dia pernah tinggal di Indonesia negara kelahiranku tercinta. Obama mengetahui keragaman budaya, agama, adat, suku dan lain-lain. Obama juga pernah datang ke Masjid Istiqlal Indonesia dan menyaksikan dua tempat ibadah berdempetan di sana. Obama adalah presiden Amerika yang saya tahu tidak mengedepankan perang melawan musuh-musuhnya, tidak seperti presiden-presiden sebelumnya." Supriyanto, Jember.

"Dari visi dan misi, saya dukung Mitt Romney karena tegas, kalau memang sudah memungkinkan perang ya harus perang, ketegasannya dunia akan segan dibanding Obama cuma dialog tidak ada ujung ibarat orang awam ngerumpi, lemah. Jadi Amerika tidak disegani dunia." Ariskon Sinaga, Medan.

"Obama jelas masih harus didukung karena kebijkannya mendukung perdamaian dunia perlu diberikan apresiasi yang cukup besar, tidak perlu ragu lagi perdamaian hendaknya masih harus di kedepankan dalam setiap konflik, maju terus Obama." Andreas, Jakarta.

"Saya salut pada Presiden Obama, walau ditekan Israel untuk ikutan membom fasilitas nuklir Iran, Obama tidak mau:" masih ada ruang untuk dialog dengan Iran". Baru pertama dalam sejarah kepresidenan AS ada presiden menolak keinginan Israel. Sekali lagi yang pertama dalam sejarah AS ada presiden yang mengatakan bahwa Israel harus kembali keperbatasan sebelum perang 1967." Tony, Jakarta.

"Maju terus Obama. Apalah jadinya kalau dunia ini dipimpin seseorang yang haus akan peperangan. Mitt Rommey belum jadi presiden sudah berkoar-koar untuk memberantas musuh sekutunya yakni Iran. Apalagi sudah jadi presiden tambah hancurlah dunia." Nawira, Batam.

"Kami masih mendambakan dan yakin Bapak Obama yang jadi presiden lagi, atas segala prestasi dan membikin dunia lebih aman tidak harus perang senjata. Santun tidak sombong. Maju terus Pak Obama."

Nor Rohmani Anshori, Pati

"Saya masih menginginkan Obama menjadi presiden Amerika ketimbang Romney. Obama mempunya spirit kepemimpinan yang melayani, mengayomi masyarakat. Ia lebih mengedepankan dialog dalam penyelesaian konflik antar negara. Kebjiakan baik politik maupun ekonomi mengena dalam hati masyarakat. Jadi biarlah dia memimpin untuk periode keduanya." Bonefasius Jehandut, Tangerang.

"Saya pendukung Republik. Tak ada satu pun hal yang akan mengubah pendirian saya." John Barthel, warga Amerika di Delaware.

"Negara yang paling layak menjadi polisi dunia adalah Amerika. Pelindung demokrasi dan hak asasi manusia. Obama memimpin dengan bijak. Dia meredakan imej Amerika sebagai negara penghancur dan perekonomian juga stabil. Obama pernah merasakan bagaimana kemiskinan dan ketidakberdaayaan jadi dia lebih tahu dan menghargai arti dari kekayaan dan kekuasaan." Yeri Momuat, Manado.

'Hobi perang'

"Obama masih layak menjadi presiden kedua AS di banding Romney. Dia lebih mengedepankan dialog daripada perang, hal yang cukup positif. Seandainya saya warga negara AS, sudah pasti saya akan memilih obama." Ivan Pujianto, Ho Chi Minh City, Vietnam.

"Kami masih mendambakan dan yakin Bapak Obama yang jadi presiden lagi, atas segala prestasi dan membikin dunia lebih aman tidak harus perang senjata. Santun tidak sombong. Maju terus Pak Obama." Nor Rohmani Anshori, Pati.

"Obama layak terpilih lagi! Beri kesempatan kepadanya lima tahun ke depan karena di periode kepemimpinan yang pertama terkendala oleh minoritas Demokrat parlemen untuk memuluskan anggaran belanja negaranya. Amerika harus mengedepankan softpower bukan kekuatan konfrontatif! Jatmiko Danurejo, Stockholm.

"Romney akan mengikuti pendahulunya... yaitu hobinya perang dan itu akan semakin dibenci oleh seluruh dunia. Ya saya masih percaya sama Obama." Eghy Ignasius Rudin.

"Wajar kalau masyarakat dunia lebih memilih Obama menjadi Presiden Amerika Serikat yang kedua kalinya." M Ali Basa Sagala.

"Lebih layak Obama, tak rasis, utamakan dialog, aspiratif, toleran, smart, Guantanamo dia tutup, dan segudang prestasi lainnya, yang amat perlu diberi kesempatan kedua untuk mewujudkan damai di dunia, termasuk Timur Tengah, Iran, dan sebagainya serta melanjutkan program Obama yang obyektif baik dan berguna." AG Paulus, Purwokerto.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>