Ayah Mateen: Saya tak tahu Omar menyimpan kebencian besar

Sumber gambar, Reuters
Ayah pria bersenjata yang membunuh 50 orang di bar gay di Florida, Amerika Serikat, mengatakan tak tahu anaknya memendam kebencian yang sangat besar.
Mir Seddique, yang lahir di Afghanistan, mengatakan tak memahami motif anaknya, Omar Mateen, melakukan penembakan terburuk dalam sejarah Amerika modern.
- <link type="page"><caption> Penembakan di bar gay di Florida menewaskan 50 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160612_dunia_orlando_korban.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Siapa Omar Mateen, pelaku penembakan di bar gay Florida?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160613_dunia_siapa_pelaku_orlando" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mantan istri gambarkan Mateen sebagai orang yang mentalnya terganggu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160613_dunia_kesaksian_isteri_matin.shtml" platform="highweb"/></link>
Dalam pesan video yang ditujukan kepada komunitas Aghanistan, Seddique mengatakan Omar, yang memegang kewarganegaraan Amerika, adalah remaja yang baik sebelum ia menikah dan memiliki seorang anak.

Sumber gambar, Getty Images
"Ia anak yang sangat baik dan berpendidikan. Ia menghormati orang tua. Saya tak tahu apa yang menyebabkan dirinya masuk ke kelompok yang memberinya senjata," kata Seddique.
"Saya tak tahu ia menyimpan kebencian yang begitu besar dalam hatinya dan kemudian mendatangi kelab gay, membunuh 50 orang. Saya sangat sedih," katanya.
Mantan istri Mateen menggambarkannya sebagai orang dengan kondisi mental tak stabil dan kasar, namun tak tahu apakah mantan suaminya tersebut punya pemahaman agama yang ekstrem.
"Ketika dia sedang marah, dia akan mengungkapkan kebenciannya terhadap semua hal. Mentalnya tak stabil dan sakit, itulah satu-satunya penjelasan yang dapat saya berikan," ungkap Sitora Yusufiy yang pernah hidup bersama Mateen selama empat bulan pada 2009.





