Pemenggalan Goto tuai beragam kecaman

Sumber gambar, AP
Kecaman atas pemenggalan tawanan asal Jepang, Kenji Goto, oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, mengalir dari berbagai belahan dunia.
Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis bergabung bersama pemerintah Jepang dalam mengecam aksi pemenggalan tersebut.
Dalam pernyaan resmi, Presiden AS Barack Obama mengatakan AS mengecam <link type="page"><caption> pembunuhan sadis mendiang Goto</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/01/150127_trensosial_kenji" platform="highweb"/></link>. Kemudian Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan ISIS perwujudan kejahatan yang tidak memedulikan nyawa manusia.
Adapun juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan Jepang murka <link type="page"><caption> atas perilisan video tersebut</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150131_isis_kenji_goto" platform="highweb"/></link>. Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan Jepang tidak akan menyerah pada terorisme dan dia akan meningkatkan bantuan ke Timur Tengah.
Dia menambahkan, Jepang akan bekerja sama dengan komunitas internasional dalam membawa pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan Kenji Goto ke pengadilan.
Goto, 47, adalah seorang wartawan lepas terkenal dan pembuat film yang pergi ke Suriah Oktober lalu.
Dilaporkan ia pergi ke Suriah untuk membebaskan seorang warga Jepang lainnya, <link type="page"><caption> Haruna Yukawa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150125_obama_kutuk_isis_jepang" platform="highweb"/></link>.
Video yang diklaim menunjukkan pemenggalan Yukawa muncul kurang dari seminggu lalu.

Sumber gambar, REUTERS
<link type="page"><caption> Ibunda Goto, Junko Ishido</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150123_jepang_sandera_is" platform="highweb"/></link>, mengaku dia tidak bisa menemukan kata-kata untuk menggambarkan kematian putranya. Goto, menurutnya, pergi ke Suriah karena kebaikan dan keberanian.
Abang Goto, Junichi, berharap adiknya dapat kembali ke Jepang dalam keadaan hidup.
“Saya dipenuhi kesedihan (karena) dia tidak bisa melakukannya,” kata Junichi.
Jepang, bekerja sama dengan Yordania, berusaha membebaskan Goto dan pilot Yordania, Mu'ath al-Kaseasbeh.
Namun perundingan mencapai jalan buntu Sabtu pagi (31/01).











