Lima diplomat Mesir di Libia dibebaskan

Sumber gambar, AP
Lima orang staf kedutaan besar Mesir yang diculik di ibukota Libia Tripoli telah dibebaskan, seperti disampaikan oleh pejabat Libia.
Menteri Luar Negeri Libia Razak Grady, mengatakan tiga diplomat telah dibebaskan dan sementara dua orang lainnya Libia masih dalam proses penyerahan kepada pihak otoritas.
Empat pejabat Mesir diculik dari rumah mereka pada Sabtu (25/01) lalu dan satu orang ditahan sejak Jumat. Tak jelas siapa yang menahan mereka.
Laporan menyebutkan penculikan itu dikaitan dengan penahanan seorang pemimpin militan Libia. Shabaan Hadiya, kepala Ruang Operasi Revolusioner LROR, yang ditahan di Mesir pada Jumat.
"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa tiga dari staf kedutaan <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> berada di rumah dan sisanya masih dalam proses penyerahan dari penjara ke pihak otoritas," jelas Grady kepada BBC.
"Mereka dalam kondisi sehat, mereka diperlakukan dengan baik."
"Stabilitas"
Dia mengatakan mereka ditahan di luar Tripoli, tetapi tidak ada keterangan rinci mengenai hal tersebut.
Grady menambahkan pembebasan mereka menunjukkan bahwa otoritas Libia telah dapat membangun stabilitas di negara tersebut.
Pemerintah Libia menyalahkan LROR - salah satu milisi yang dibentuk selama masa perlawanan terhadap Muammar Gaddafi - <link type="page"><caption> atas penculikan Perdana Menteri Ali Zeidan pada Oktober 2013</caption><url href="for the brief abduction of Prime Minister" platform="highweb"/></link>.
Laporan menyebutkan LROR membantah terlibat dalam penculikan tersebut. Kairo telah mengevakuasi misi diplomatnya di Tripoli dan Benghazi menyusul peristiwa penculikan.









