Pendatang Afrika memprotes perlakuan Israel

Protes di Tel Aviv
Keterangan gambar, Protes skala besar di ibukota Israel sudah berlangsung selama dua hari terakhir.

Ribuan migran Afrika di Israel mengadakan pawai ke berbagai kedutaan besar asing di Tel Aviv pada hari kedua unjuk rasa menentang perlakuan pemerintah Israel terhadap pencari suaka.

Mereka pada umumnya berasal dari Eritrea dan Sudan. Seorang juru bicara kepolisian Israel mengatakan pawai ribuan migran sudah dikoordinasikan dengan polisi dan tidak timbul kerusuhan selama unjuk rasa hari Senin (06/01).

Sambil meneriakkan slogan-slogan "Kami pengungsi" dan "Jangan ada lagi penjara", mereka berpawai meminta bantuan karena pemerintah Israel menolak memberikan status pengungsi.

Selain itu mereka menentang pemenjaraan ratusan pencari suaka tanpa melalui proses pengadilan. Berdasarkan peraturan yang disahkan Desember lalu, pihak berwenang boleh menahan pendatang gelap hingga satu tahun tanpa melalui persidangan.

Keberadaan para migran di Israel dianggap menambah masalah yang ada, seperti dituturkan oleh seorang warga Tel Aviv.

"Muncul kasus-kasus pemerkosaan, sudah masuk berita di koran, dan warga benar-benar takut. Anda tahu seperti apa situasinya? Seorang perempuan yang tinggal di sana tidak akan pergi keluar rumah bersama anaknya," tutur Yitzchak seperti dikutip kantor berita AP.

Menteri Dalam Negeri Israel, Gideon Sa'ar, mengatakan sebagian besar dari mereka yang mengajukan permohonan suaka bukan pengungsi.

Puluhan ribu migran Afrika menuju Israel selama tahun-tahun terakhir.