Para menteri Prancis akan umumkan kekayaan

Presiden Francois Hollande
Keterangan gambar, Skandal Cahuzac mendesak Presiden Francois Hollande untuk bertindak

Para menteri Prancis akan mengungkapkan kekayaan pribadi mereka sebagai bagian dari upaya Presiden Francois Hollande untuk memperoleh kembali kepercayaan publik.

Presiden Hollande menetapkan hari Senin sebagai batas waktu bagi para menteri untuk mengumumkan rincian kekayaan mereka.

Langkah ini diambil setelah adanya skandal yang melibatkan mantan Menteri Anggaran Jerome Cahuzac, yang didakwa menggelapkan pajak atas suatu rekening bank rahasia.

Popularitas Hollande merosot tajam setelah terungkapnya skandal tersebut.

Setiap menteri kini diharuskan untuk mengumumkan rincian kekayaan pribadi mereka pada situs milik pemerintah. Prancis memiliki 37 menteri.

Daftar kekayaan itu diduga akan mencakup rincian rekening bank, properti dan barang-barang mewah lainnya seperti mobil, benda seni dan barang antik.

Menurut wartawan BBC di Paris, langkah ini dirancang untuk menepis kekecewaan masyarakat terhadap situasi politik belakangan ini.

Skandal Cahuzac

Jerome Cahuzac menggemparkan masyarakat awal bulan ini ketika dia mengaku telah menyembunyikan dana sekitar 600.000 euro (sekitar US$770.000) di suatu rekening bak Swiss - suatu hal yang sebelumnya telah disanggah berulang kali.

Dia mengundurkan diri dari jabatan dan kini sedang dalam penyelidikan berkaitan dengan penggelapan pajak.

Presiden Hollande juga telah dipermalukan oleh pengungkapan bahwa mantan pejabat keuangan Partai Sosialis-nya, Jean-Jacques Augier, memiliki investasi pribadi di dua perusahaan luar negeri.

Skandal tersebut makin merongrong kredibilitas Hollande di mata masyarakat Prancis.

Namun kalangan politisi sayap kiri dan kanan telah mencemoohkan perintah presiden kepada para menterinya agar mengungkapkan kekayaan pribadi.

Ketika terpilih kurang dari setahun lalu, Presiden Holland berjanji akan menggalakkan moralitas dan integritas di kalangan pejabat pemerintah.