
Seorang ayah menangisi kematian anaknya yang turut menjadi korban dalam serangan udara Israel di Gaza, rabu (14/11).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militer negaranya bersiap untuk memperluas operasi terhadap Hamas di Jalur Gaza.
"Hari ini kami telah mengirimkan sebuah pesan yang jelas ke Hamas dan organisasi teroris lainnya,'' kata Netanyahu dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi.
"Dan jika dibutuhkan, Angkatan Bersenjata Israel tengah bersiap untuk memperluas operasi. Kami akan terus melakukan apapun untuk membela warga negara kami.''
Pernyataannya ini keluar setelah kepala sayap militer Hamas, Ahmed Said Khalil al-Jabari, terbunuh Rabu (14/11).
Dia tewas saat mobilnya menjadi target serangan udara Israel di kawasan tersebut.
"Dan jika dibutuhkan, Angkatan Bersenjata Israel tengah bersiap untuk memperluas operasi."
Benjamin Netanyahu
Selain Jabari dan seorang pejabat Hamas lainnya, serangan itu juga menewaskan sedikitnya sembilan orang di Gaza, angka ini kemungkinan akan bertambah, demikian kata utusan Palestina di PBB, Riyad Mansou, kepada wartawan di New York.
Sejumlah korban luka dari warga sipil, termasuk anak-anak, terlihat dibawa ke rumah sakit di Kota Gaza.
Jabari, 46, merupakan tokoh senior Hamas yang terbunuh di Jalur Gaza sejak serangan besar Israel empat tahun lalu.
Israel menegaskan bahwa serangan ini merupakan jawaban atas serangkaian serangan roket ke Israel yang diarahkan dari Gaza.
Juru bicara militer Israel Letkol Avital Leibovich mengatakan Jabari ''memiliki banyak darah di tangannya''.
Kepada BBC dia mengatakan bahwa ''sekitar 20 lokasi'' di Gaza menjadi target operasi ''terbatas'', dengan serangan yang ditujukan untuk menghancurkan kapabilitas penembakan roket.
''Operasi terhadap Hamas, Jihad Islam dan organisasi lainnya memiliki dua tujuan: untuk melindungi warga sipil Israel dan menyerang kapabilitas teror dari organisasi ini,'' katanya.
Di luar rumah sakit tempat jenazah Jabari disemayamkan, warga Gaza berkumpul meneriakkan ''pembalasan'' dan ''Kami ingin anda menyerang Tel Aviv malam ini.''
Israel telah menewaskan sejumlah tokoh senior Hamas dalam operasi serupa, termasuk pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, di tahun 2004 silam.
Kemarahan Mesir

Warga Gaza menuntut adanya pembalasan.
Rabu malam, Presiden AS Barack Obama dilaporkan berbicara dengan Netanyahu melalui telepon.
AS sendiri mengatakan mendukung hak Israel untuk membela diri mereka sendiri, dan mengecam serangan militan di selatan Israel.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner dalam sebuah pernyataan mengatakan ''kami mendorong Israel untuk melanjutkan melakukan setiap upaya untuk menghindari korban sipil.''
Para menteri luar negeri Liga Arab juga akan menggelar pertemuan darurat pada Jumat (16/11) untuk membicarakan peningkatan kekerasan.
Sedangkan juru bicara Hamas Abu Zuhri mengatakan: ''Israel akan menyesali momen saat mereka berpikir melakukan ini.''
Sementara Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, yang bermarkas di Tepi Barat memperingatkan ''keseriusan yang bisa ditimbulkan dari eskalasi Israel dan menuntut segera diakhirinya agresi.''
Kemarahan juga berlangsung di negara tetangga Mesir.
Warga Mesir mengutuk serangan tersebut, meminta duta besar mereka di Israel ditarik, memanggil duta besar Israel di Kairo dan mendesak sebuah pertemuan darurat di Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab.
Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam tanggapannya meminta sebuah ''penurunan eskalasi tensi segera.''






