Gubernur Tokyo akan membentuk partai baru

Terbaru  25 Oktober 2012 - 17:05 WIB
Shintaro Ishihara

Shintaro Ishihara memicu sengketa dengan Cina terkait kepulauan di Laut Cina Timur.

Gubernur Tokyo, Shintaro Ishihara, mengundurkan diri untuk membentuk partai nasional baru sebagai persiapan pemilihan umum Jepang.

"Mulai hari ini, saya mengundurkan diri sebagai gubernur Tokyo," kata Ishiara kepada para wartawan.

Gubernur berusia 80 tahun yang menjalani jabatan keempatnya, dikenal sering mengeluarkan komentar yang provokatif dan kontroversial.

Ia memicu sengketa saat mengatakan akan menggunakan uang negara untuk membeli kepulauan yang dipersengketakan dengan Cina.

Penulis novel yang menjadi politikus ini memulai jabatan keempat sebagai gubernur April lalu.

Ia mengatakan ingin kembali ke panggung politik dan mendirikan partai bersama politisi sayap kanan lain untuk menantang dua partai dominan dalam pemilu yang harus diselenggarakan akhir tahun depan.

Kontradiksi pemerintah

"Satu kontradiksi, yang lebih besar dibandingkan yang lain, adalah konstitusi Jepang, yang diterapkan oleh tentara pendudukan (Amerika pasca Perang Dunia II)."

Shintaro Ishihara

Ishihara mengatakan ia menyaksikan "beberapa kontradiksi besar" dalam politik nasional.

"Satu kontradiksi, yang lebih besar dibandingkan yang lain, adalah konstitusi Jepang, yang diterapkan oleh tentara pendudukan (Amerika pasca Perang Dunia II)," kata Ishihara.

Ia menuntut dihapuskannya klausa dalam konstitusi Jepang yang membatasi aktivitas angkatan bersenjata negara itu.

Selain komentar kontroversial, politisi veteran ini juga dikenal sering mengeluarkan pernyataan nasionalistik.

Pengumuman Ishihara unuk mengundurkan diri ini terjadi setelah sengketa dalam bulan-bulan terakhir ini antara Tokyo dan Beijing terkait kepulauan di Laut Cina Timur.

Sengketa kembali mencuat setelah Ishara mengatakan ia ingin membeli kepulauan itu untuk pemerintah metropolitan Tokyo.

Kelompok nasionalis Cina dan Jepang beberapa kali bertolak ke kepulauan itu sebelum Perdana Menteri Yoshihiko Noda turun tangan dengan memutuskan untuk membeli kepulauan itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>