
Mahmoud Abbas akan meminta status Palestina ditingkatkan dari "pengamat permanen."
Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas akan meminta PBB meningkatkan status Palestina sebagai "negara pengawas bukan anggota."
Sementara PM Israel Benjamin Netanyahu akan menetapkan "garis batas" terkait program nuklir Iran, menurut para pejabat.
Dalam pidato di depan Majelis Umum PBB Kamis (27/09), Abbas dijadwalkan akan meminta peningkatan status untuk Palestina ini diterapkan pada akhir 2012.
Saat ini, Organisasi Pembebasan Palestina hanya berstatus "pengamat permanen".
Tahun lalu, upaya untuk mendapatkan status keanggotaan penuh gagal karena kurangnya dukungan dari Dewan Keamanan PBB.
Perubahan ini akan memungkinan Palestina terlibat dalam debat Majelis Umum PBB.
Status ini juga akan meningkatkan peluang Palestina bergabung dengan badan-badan PBB dan Mahkamah Kejahatan Internasional.
Pidato Iran diboikot
Rencana pidato PM Israel Netanyahu untuk mengangkat program nuklir Iran terkait kecurigaan bahwa Tehran mencoba untuk membangun senjata nuklir.
Namun Iran menekankan program nuklir mereka untuk tujuan damai.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad -dalam pidato di PBB yang diboikot Amerika dan Israel Rabu (26/09)- menuduh negara-negara Barat melakukan "intimidasi".
"Ancaman yang terus berlanjut oleh Zionis tidak beradab (Israel) untuk melakukan aksi militer adalah contoh jelas kenyataan pahit ini," kata Ahmadinejad di depan Majelis Umum PBB.
PM Inggris juga akan berpidato Kamis ini (27/09) dan akan menyatakan dalam pertemuan 193 negara anggota PBB itu bahwa, "Iran masih akan menghadapi sanksi penuh dan penelitian cermat PBB sampai mereka menghentikan ambisi menyebarkan nuklir di seluruh dunia."
Seorang pejabat Israel mengatakan Netanyahu akan menetapkan "garis batas" yang bila dilanggar akan membuka kemungkinan aksi militer terhadap Iran.
"Israel dan AS memiliki tujuan bersama untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan perdana menteri menetapkan garis batas akan membantu mencapai hal ini," kata pejabat itu kepada kantor berita Associated Press.






