Pejabat militer Turki hadapi vonis

Terbaru  21 September 2012 - 10:14 WIB
Ilker Basbug

Mantan Panglima bersenjata Turki Ilker Basbug dituduh melawan pemerintah.

Pengadilan di Turki akan menjatuhkan vonis terhadap ratusan pejabat militer yang dituduh melawan pemerintah yang berbasis Islam.

Jaksa mengatakan "operasi godam" merupakan konspirasi untuk memicu kudeta militer.

Kuasa hukum menolak semua tuduhan itu, dan mengatakan rencana itu merupakan pelatihan militer rutin yang dilakukan oleh tentara.

Militer sejak lama menjadi pendukung konstitusi sekuler di Turki.

Dalam tiga peristiwa kudeta yang terjadi antara 1960 dan 1980 serta sejarah hubungan dengan Partai Keadilan dan Pembangunan AKP yang dipimpin oleh Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Jaksa menuntut 365 pejabat militer itu dihukum penjara selama lebih dari 20 tahun.

Rencana perang?

Kamis lalu, pengadilan di Silivri, yang berlokasi dekat Istanbul, mendengarkan kesaksian akhir. Jenderal Dogan Cetin, mantan kepala staf angkatan darat , menyebut persidangan yang berlangsung selama dua tahun itu "tidak adil dan tidak sah".

Dia dituduh sebagai dalang dari rencana 2003.

"Disini kita dapat melihat proses terbuka untuk membuat tentara Mustafa Kemal (Ataturk, pendiri Turki Modern), yang memberikan hidup mereka untuk negara, harus membayar komitmen mereka ke pada republik dan prinsipnya," kata dia menurut dokumen pengadilan.

Jenderal Bilgin Balanli menyampaikan kepada pengadilan: "Vonis ini tidak akan berpangaruh kepada kami, ini akan menyebabkan perlawanan pasukan tentara Turki."

Jaksa mengatakan tuduhan telah merencanakan bom di masjid di Istanbul dan memulai konflik dengan negara tetangga Yunani adalah untuk memicu kudeta militer.

Keluarga dan pendukung para pejabat militer ini meneriakan slogan dan menyanyikan langu kebangsaan diluar gedung pengadilan pada Kamis (20/9).

Pejabat militer lain - termasuk Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Turki, Jenderal Ilker Basbug - terlibat dalam persidangan lain dengan tuduhan melakukan konspirasi melawan pemerintah.

Jaksa mengatakan rencana "Ergenekon" berkaitan dengan jaringan bayangan ultra-nasionalis dan sekuler.

Jaringan itu dituduh merencanakan menghancurkan dan menjatuhkan pemerinta

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>