Pasca mogok, partai koalisi mundur

Terbaru  21 September 2012 - 09:18 WIB
Kalkuta

Kalkuta tampak sepi ketika pemogokan terjadi selama sehari di India.

Protes terhadap kebijakan pemerintah untuk mengijinkan supermaket asing di India, menyebabkan Partai Kongres Trinamool, menarik diri dari koalisi.

Partai yang merupakan sekutu penting koalisi yang berkuasa, menentang rencana pemerintah untuk mengijinkan beroperasinya supermarket asing di India.

Mereka mengatakan akan menarik dukungan dari pemerintahan dan parlemen. Enam menterinya akan mengundurkan diri Jumat (21/9.

Sebelumnya, partai oposisi dan serikat perdagangan di India melakukan mogok selama sehari untuk memprotes rencana pemerintah mengijinkan supermarket asing beroperasi di negara itu.

Aktivitas warga di wilayah Kalkuta dan Bangalore lumpuh akibat pemogokan tersebut, tetapi reaksi di sejumlah daerah di negara itu tampak beragam.

Kamis lalu, pemogokan nasional diserukan oleh oposisi utama Partai Bharatiya Janata (BJP), dan sekutunya Partai Komunis, untuk menutup sekolah, usaha dan transportasi publik di sejumlah kota.

Di Banglore, yang merupakan pusat teknologi informasi termasuk kantor perusahaan multinasional IBM dan Microsoft, lumpuh akibat pemogokan.

"Kami meminta para karyawan untuk tetap di rumah. Kami akan kembali bekerja pada Sabtu," kata seorang pejabat di Infosys, salah satu perusahaan software.

"Kekhawatiran utama adalah alasan untuk penutupan," kata seorang juru bicara perusahaan multinasional kepada BBC.

Saluran televisi menunjukan protes terjadi di kota Patna, Allahabad dan Varanasi di bagian utara India.

Laporan menyebutkan sebagian besar pusat bisnis di bagian timur kota Kalkuta tutup dan transportasi publik terganggu.

Dampak dari pemogokan itu terasa di negara bagian Uttar Pradesh dan Bihar, dimana protes didukung oleh partai berkuasa Samajwadi dan Partai Janata Dal (United).

Di dua negara bagian itu, pemrotes membakar gambar PM Manmohan Singh dan memblokir rel kereta.

Protes juga terjadi di negara bagian Karnataka, yang dikuasai oleh BJP, mereka menutup jalanan dan sekolah, hotel-hotel dan bisnis.

Mendorong ekonomi

India

Para pemrotes memblokir rel kereta yang menyebabkan transportasi terganggu.

Tetapi sebagian besar ibukota berjalan normal pada Kamis, seperti disampaikan oleh reporter BBC. Gambaran yang sama juga terjadi di pusat keuangan, Mumbai.

Menteri di India mengatakan perubahan itu dibutuhkan untuk menyegarkan kembali ekonomi, dan secara resmi akan diperkenalkan pada Kamis mendatang.

Tetapi toko-toko kecil khawatir supermarket asing itu akan mempengaruhi bisnis mereka dan banyak orang marah atas kenaikan harga BBM.

Awal pekan ini sekutu penting pemerintahan keluar dari koalisi untuk memprotes rencana ini, meski demikian sejauh ini sebagian besar anggota parlemen tiidak terpengaruh.

Langkah perubahan ekonomi pemerintah ini bertujuan untuk mendorong perekonomian, dan untuk menghindari ancaman penurunan peringkat utang India.

Tetapi muncul kekhawatiran kebijakan ini justru akan berdampal pada banyak toko-toko kecil. Deepak Sethi, pedagang di Delhi mengatakan mereka akan kehilangan usaha jika supermarket asing diijinkan untuk beroperasi di India.

"Perusahaan besar ini dapat menarik konsumen dengan menjual barang-barang berharga murah. Artinya orang akan kehilangan pekerjaan. Toko-toko seperti kita yang paling terkena dampaknya," kata Sethi.

"Perusahaan multinasional akan menghancurkan ekonomi dan sosial negara ini dan berdampak terhadap pedagang, petani dan sektor lain dalam perdagangan retail," kata Praveen Khandelwal dari konfederasi seluruh pedagang India kepada kantor berita AFP.

Pemerintah India juga mengumumkan kenaikan bahan bakar disel, yang disubsidi di India, sampai 14%. Langkah itu yang memicu kemarahan disejumlah wilayah negara itu.

Dalam rencana pemerintah, perusahaan global seperi Walmart and Tesco - diijinkan untuk memiliki saham sebesar 51% di perusahaan sektor retail India.

Sejumlah perusahaan multinasional telah memiliki outlet di India, tetapi mereka hanya dibolehkan untuk menjual kepada retailer kecil. Keputusan ini akan mengijinkan mereka untuk langsung menjual kepada konsumen.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>