Majalah Prancis diadukan terkait kartun nabi

Terbaru  20 September 2012 - 19:17 WIB
Penjagaan di Kedutaan Prancis

Prancis mengumumkan peningkatan pengamanan di berbagai kedutaannya, seperti di Kairo ini.

Majalah satir Prancis yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad diadukan oleh sebuah organisasi Suriah yang selama ini namanya tidak begitu dikenal.

Dalam aduan kepada pihak berwenang di Paris disebutkan majalah Charlie Hebdo "secara terbuka memancing diskriminasi, menyulut kebencian atau kekerasan terhadap etnik, ras atau agama".

Pengaduan terhadap Charlie Hebdo pada Rabu (19/09) waktu Paris diajukan oleh Asosiasi Kebebasan Suriah, yang didaftarkan di Prancis awal tahun ini tetapi tampaknya tidak begitu dikenal di kalangan masyarakat Suriah yang tinggal di negara tersebut.

Lebih lanjut organisasi tersebut menuduh majalah Charlie Hebdo "menyiramkan minyak ke api dengan menyebarkan kartun menentang Nabi Muhammad."

Prancis bersiap-siap menghadapi unjuk rasa usai sembahyang Jumat 21 September menyusul penerbitan kartun nabi. Kementerian Luar Negeri telah menyatakan penutupan kedutaan, konsulat, sekolah, dan pusat kebudayaan Prancis di sekitar 20 negara besok.

Sebagai salah satu upaya mengurangi ketegangan, pemerintah telah mengadakan pertemuan dengan pemuka-pemuka masyarakat Muslim di Paris.

Peringatan

Salah seorang ahli penggambar kartu Charlie Hebdo, Renald Luzier, membela keputusan di balik penerbitan sekitar 20 kartun Nabi Muhammad pekan ini.

Kartun-kartun itu, katanya, dibuat tidak untuk menyulut reaksi berbau kekerasan. Menurutnya, majalah hanya menjalankan tugas secara rutin dengan meliput

"Saya tidak berpandangan bahwa kami memutuskan menyulut api, kami hanya menjalankan tugas," katanya kepada BBC.

Sementara Organisasi Kerjasama Islam, OKI, memperingatkan bahwa kartun Nabi Mohammad yang diterbitkan di Prancis akan memancing gelombang protes baru anti-Barat.

"Majalah Prancis itu seharusnya memperhatikan kekhawatiran masyarakat internasional terkait hasutan dan intoleransi keyakinan agama," kata Ketua OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu, dalam pernyataannya Kamis (20/09).

Di Mesir, kelompok berpengaruh Ikhwanul Muslimin menyerukan kepada Prancis untuk mengambil tindakan terkait kasus kartun ini sama dengan cara yang ditempuh dalam menangangi kasus foto telanjang dada istri Pangeran William, Catherine.

Yang dimaksud cara tersebut, kata partai Ikhwanul Muslimin Partai Keadilan dan Kebebasan, adalah tindakan yang tegas dan cepat terhadap majalah yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>