
Wen Jiabao menegaskan kualitas pertumbuhan lebih penting dibanding kecepatan.
Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mengatakan yakin Cina akan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini meskipun mengalami pelambanan.
Perdana Menteri Cina Wen Jiabao menyampaikan hal tersebut dalam Forum Ekonomi Dunia di Tianjin, Cina, hari Selasa (11/09).
"Kami yakin sepenuhnya bahwa kami mempunyai kemampuan dan kondisi untuk mengatasi kesulitan-kesulitan di depan kita, menjaga pertumbuhan ekonomi yang cepat dan stabil dan mewujudkan pembangunan secara maksimal dengan kualitas lebih baik," kata Wen Jiabao.
Cina telah memangkas suku bunga dua kali tahun ini untuk mendorong pertumbuhan dan Perdana Menteri Cina yakin pertumbuhan bisa diwujudkan.
"Pertumbuhan ekonomi masih sesuai dengan target yang ditetapkan awal tahun ini dan menunjukkan tanda-tanda yang stabil meskipun melamban," kata PM Wen.
Wen Jiabao membela penanganan ekonomi yang tercatat terbesar kedua di dunia itu dan menegaskan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi lebih penting dibanding kecepatan.
Stimulus
"Cina dilaporkan memerlukan pertumbuhan ekonomi sangat tinggi untuk menjaga stabilitas sosial dan mempertahankan legitimasi sistem satu partainya."
John Sudworth
Wartawan BBC di Shanghai John Sudworth melaporkan dengan pernyataan itu Wen Jiabao tampaknya ingin memberikan sinyal bahwa era pertumbuhan dua digit sudah berlalu.
Namun, lanjut John Sudworth, Perdana Menteri Cina ingin sekali menekankan bahwa kemauan politik pemerintah dan ketersediaan anggaran tidak perlu diragukan lagi untuk membiayai langkah-langkah stimulus bila diperlukan.
Data terbaru menunjukkan Cina mengalami penurunan pertumbuhan ekspor dan penurunan impor. Selain itu sektor manufaktur juga mengalami kesulitan.
Data tersebut membuar beberapa pengamat menyimpulkan bahwa pemerintah Cina mungkin kesulitan memenuhi target pertumbuhan ekonomi yang ditetap sebesar 7,5% selama setidaknya 10 tahun mendatang.
"Cina dilaporkan memerlukan pertumbuhan ekonomi sangat tinggi untuk menjaga stabilitas sosial dan mempertahankan legitimasi sistem satu partainya," jelas John Sudworth.






