Tentara Mesir kejar militan di Sinai

Terbaru  29 Agustus 2012 - 19:18 WIB
sinai

Operasi Elang di Sinai melibatkan jumlah pasukan yang besar dan persenjataan berat

Pasukan keamanan Mesir menewaskan 11 militan sejak melakukan operasi militer di Semenanjung Sinai awal bulan ini, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan negara itu.

Operasi militer yang digelar setelah 16 penjaga perbatasan tewas dalam sebuah serangan 5 Agustus lalu, juga menangkap 23 tersangka dan menyita sejumlah senjata.

Pasukan akan kembali diturunkan secepat mungkin untuk menyelesaikan tugas memburu berbagai elemen teroris yang lain, tambah Kemenhan Mesir.

Namun meningkatnya jumlah tentara dan persenjataan berat di perbatasan telah menimbulkan kekhawatiran Israel.

Sejak 1982 ketika tentara Israel mundur dari Sinai, kawasan itu menjadi kawasan keamanan khusus berdasar perjanjian perdamaian kedua negara tahun 1979, yang membatasi kebebasan operasi militer di kawasan.

Pada hari Senin (27/08), Presiden Mesir Mohammed Mursi menekankan bahwa negaranya memegang teguh perjanjian internasional dan tanpa menyebut nama Israel, menekankan bahwa negara lain tidak perlu khawatir dengan kegiatan militer mereka di Sinai.

''Mesir sedang melakukan tindakan yang sangat wajar di wilayahnya dan tidak mengancam orang lain. Seharusnya tidak perlu muncul kekhawatiran internasional maupun kawasan dari kegiatan pasukan keamanan ini,'' kata Mursi.

Janji militer

Operasi Elang dengan dukungan tank maupun persenjataan berat diluncurkan setelah 16 penjaga perbatasan Mesir tewas karena serbuan tak jauh dari lintasan Rafah.

Setelah melakukan pembunuhan, kelompok militan itu menyeberang ke Israel dan mempersiapkan diri untuk melakukan serangan lebih lanjut. Namun mereka tewas oleh serangan udara Israel.

Belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, walau kecurigaan dialamatkan ke beberapa kelompok militan yang beroperasi di wilayah itu.

Dalam beberapa hari pertama Operasi Elang, pasukan keamanan melakukan penggerebekan di beberapa tempat persembunyian kaum militan, namun kemudian tidak ada lagi pemberitaan mengenai langkah yang terjadi.

Tentara Mesir juga mendirikan tempat-tempat pemeriksaan di jalan-jalan kota-kota utama di Sinai utara.

Operasi ini langsung dipimpin oleh Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdul Fattah al-Sisi, yang dipilih Presiden Mursi tanggal 12 Agustus lalu guna mempersegar kepemimpinan militer Mesir.

Militer berjanji kepada pemimpin daerah di Sinai bahwa tentara tidak akan membiarkan kelompok kriminal untuk bersembunyi di Sinai dan bahwa operasi yang terjadi tidak akan menyentuh mereka yang tidak bersalah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>