
Libia tidak ingin Saif al-Islam disidangkan di pengadilan Mahkamah Kejahatan Internasional.
Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC menyatakan empat staf mereka ditahan otoritas keamanan Libia saat mereka berupaya menemui Saif al-Islam, putra mantan pemimpin Libia, Kolonel Muammar Gaddafi yang sedang menjalani proses penahanan di negara itu.
Presiden ICC, Sang-Hyung Song mendesak Libia untuk segera membebaskan keempat stafnya.
Dia mengatakann keempat staf lembaganya itu telah ditahan sejak hari Kamis (07/06) lalu.
Laporan sebelumnya mengatakan keempat orang tersebut menjalani penahanan rumah setelah dituduh mencoba untuk meloloskan apa yang oleh otoritas Libia disebut sebagai dokumen berbahaya kepada Saif al-Islam.
Delegasi dari ICC ini berangkat ke Libia pada 6 Juni lalu untuk mencoba bertemu dengan Saiif al-Islam Gaddafi yang sedang menjalani penahanan di kota Zintan.
Kunjungan ini merupakan bagian apa yang disebut sebagai upaya memberi pendampingan hukum terhadap Saif yang tengah menghadapi sejumlah tuduhan serius.
"Kami sangat prihatin dengan keselamatan staf kami karena kami tidak bisa menghubungi mereka," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh ICC.
Selundupkan surat
"Keempat pegawai lembaga internasional ini mempunyai kekebalan saat mereka sedang menjalankan tugas dari ICC. Saya telah meminta otoritas Libia segera mengambil langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka."
Wartawan BBC di Zintan, Rana Jawad mengatakan anggota kelompok yang menahan Saif al-Islam Gaddafi mengatakan penahanan terhadap keempat orang staf ICC dilakukan setelah mereka menemukan dokumen berupa surat dari mantan orang kepercayaan Saif yang kini tinggal di Mesir.
"Kami sangat prihatin dengan keselamatan staf kami karena kami tidak bisa menghubungi mereka"
Sang-Hyung Song
Pemerintah transisi Libia yang berpusat di Tripoli telah meminta pembebasan keempatnya namun anggota otoritas keamanan Libia yang menahan mereka bersikeras agar keempatnya tetap ditahan di Zintan sampai sampai adanya penyelidikan dari kantor jaksa setempat.
Diantara empat orang staf ICC yang ditahan diketahui merupakan warga Australia, Melinda Taylor.
Sebelumnya Saif al-Islam yang ditangkap oleh milisi anti Gaddafi pada bulan November lalu saat berupaya meninggalkan Libia yang tengah menghadapi gejolak pemberontakan menentang kepemimpinan Muammar Gaddafi.
ICC mengatakan Saif terkait dengan sejumlah kejahatan kemanusiaan dan berencana untuk menyidangkannya di Den Haag. Belanda. Namun sejauh ini otoritas Libia menolak menyerahkan proses persidangan Saif al-Islam kepada ICC.






