Panti asuhan Malaysia 'tanpa izin'

Panti Asuhan Yatim Piatu Hidayah Madrasah al-Taqwa

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Beberapa pihak meminta pemerintah melarang pembangunan terlalu dekat dengan bukit

Menteri Perumahan Malaysia Chor Chee Heung mengatakan gedung panti asuhan yang sebagian terkubur akibat tanah longsor hari Sabtu (21/5) dibangun tanpa izin pemerintah.

Chor Chee Heung mengatakan gedung Panti Asuhan Yatim Piatu Hidayah Madrasah al-Taqwa, di Hulu Langat, selatan ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, dibangun di atas lahan pertanian lebih dari 10 tahun lalu dan pada saat itu pembangunan tidak memerlukan izin.

Sebanyak 16 orang diketahui meninggal dunia, sebagian besar anak-anak, lapor wartawan BBC di Kuala Lumpur Jennifer Pak.

Menyusul peristiwa ini sejumlah pihak menyerukan agar pemerintah melarang pembangunan yang terlalu dekat dengan bukit.

Menurut kepolisian Malaysia, tanah longsor di Hulu Langat ini kemungkinan besar disebabkan oleh hujan deras. Tanah longsor menerjang sebagian bangunan panti dan menyebabkan 26 orang terkubur.

Pihak berwenang telah menegaskan bangunan panti akan dirobohkan bila dipandang tidak aman lagi.

Menurut laporan kantor berita Bernama, Panti Asuhan Yatim Piatu Hidayah Madrasah al-Taqwa tersebut dihuni 49 orang, termasuk lima pengurus.

Kepolisian Malaysia sempat memerintahkan warga yang tinggal di rumah-rumah di kawasan tersebut untuk mengungsi guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Ketika musibah terjadi, puluhan anak-anak bersama pengurus panti sedang menyiapkan kegiatan di bawah tenda yang didirikan di luar bangunan panti. Dua longsor menerjang tenda sehingga membuat mereka terkubur.

Polisi mengatakan mereka tidak sempat menyelamatkan diri dan salah seorang korban selamat, seorang anak laki-laki, harus diamputasi guna menyelamatkan nyawanya. Sepuluh orang lainnya masih dirawat di rumah sakit.