Obama : Peran AS di Libia terbatas

Presiden AS Barack Obama

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden AS Barack Obama mengatakan AS telah menyelamatkan banyak jiwa yang terancam di Libia

Presiden AS Barack Obama telah mencoba menenangkan masyarakat Amerika, bahwa peran AS dalam konlflik Libia akan terbatas.

Dia mengatakan intervensi AS telah menyelamatkan banyak jiwa - yang tidak terhitung jumlahnya- yang terancam pasukan Kolonel Muammar Gaddafi, yang disebutnya sebagai "orang yang kejam".

Tetapi, Obama menekankan pasukan AS memimpin serangan pertama udara, dan sekarang telah menyerahkan kepada Nato.

Editor BBC untuk kawasan Amerika Utara, Mark Mardell menyebutkan Obama menyampaikan pernyataan resmi pertama, mengenai misi di Libia ditengah kekhawatiran tentang keterlibatan militer di Timur Tengah yang tidak diketahui kapan berakhirnya.

Dalam jajak pendapat hanya 47% masyarakat AS yang menganggap aksi ke Libia merupakan tindakan yang tepat, sementara sekitar 36% percaya tindakan itu salan dan 17% mengatakan tidak tahu.

Presiden AS keliatannya memahami keraguan dan kekhawatiran mereka, kata Editor BBC Mark Mardell.

Militer AS mulai menggunakan senjata berat dan pesawat yang terbang rendah untuk menyerang pasukan Libia.

AS juga menggunakan pesawat itu di Irak dan Afghanistan.

Sementara itu di Libia, pemberontak anti-Gaddafi telah merebut sejumlah wilayah pesisir dan instalasi minyak dalam beberapa hari terakhir, termasuk Ras Lanuf, Brega, Uqayla dan Bin Jawad.

Bagaimanapun, serangan pasukan pemerintah menghambat mereka untuk merebut Sirte, yang merupakan tempat kelahiran Kolonel Gaddafi, dan dijadikan target simbolis oleh para pemberontak.

Para pemimpin negara sepakat bahwa Kolonel Gaddafi telah kehilangan legitimasi untuk berkuasa dan harus meninggalkan jabatannya, dan masyarakat Libia harus mendapatkan ruang secara politik, untuk menentukan masa depan mereka," seperti disampaikan dalam pernyataan Gedung Putih.