Obama mengultimatum Gaddafi

Sumber gambar, Getty
Presiden AS Barack Obama mengatakan pasukan pemerintah Libia harus mengakhiri serangan terhadap kelompok pemberontak yang menguasai sejumlah kota danmenarik mundur, atau menghadapi aksi militer.
Dia mengatakan syarat mutlak dari resolusi Dewan Keamanan PBB untuk melakukan aksi membela masyarakat sipil.
Duta Besar AS untuk PBB, Susan Rice, mengatakan kepada CNN bahwa Kolonel Gaddafi melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB,yang menyerukan agar dilakukan gencatan senjata dan melarang pertempuran di seluruh wilayah Libia.
Tetapi, Menteri Luar Negeri Libia Khaled Kaim, mengatakan sejak Jumat sore, pasukan pemerintah telah diperintahkan untuk menghentikan operasi militer sejak diumumkannya gencatan senjata.
Sebelumnya, Pemerintah Kolonel Muammar Gaddafi mengumumkan gencatan senjata secara sepihak.
Tetapi sejumlah laporan menyebutkan serangan pemerintah terus berlanjut, meskipun ada seruan gencatan senjata.
Pemerintah Libia membantah melakukan serangan dan mengundang pengamat internasional ke Libia untuk memeriksa situasi di negara itu.
Di Kota Misrata yang dikuasai oleh kelompok anti Gaddafi, dikepung oleh pasukan pemerintah. Penduduk disana mengatakan kepada Kantor Berita Reuters, tidak ada tanda-tanda gencatan senjata dilakukan sebab kota itu terus menghadapi serangan senjata dan bom.
Stasiun televisi berbahasa Arab, al-Jazeera memberitakan pasukan pendukung Gaddafi tengah mengarah ke Libia bagian timur yang dikuasai oleh pasukan anti-Gaddafi yaitu di Kota Benghazi pada Jumat waktu setempat.
Koresponden al-Jazeera melaporkan bentrok antara pasukan pro dan kontra Gaddafi terjadi di Kota al-Magroun dan Slouq, yang berjarak sekitar 50km dari Benghazi.
Sementara itu, Kota Zawiya telah dikuasai oleh pasukan pro-Gaddafi.


























