Kim Jong-nam menentang suksesi

Putra tertua pemimpin Korea Utara mengatakan ia menentang suksesi turun-temurun di negaranya.
Dalam wawancara dengan televisi Jepang yang disiarkan hari Selasa (12/10), Kim Jong-nam mengatakan tidak setuju dengan suksesi ala dinasti tersebut.
"Secara pribadi saya menentang pengalihan kekuasaan kepada generasi ketiga di keluarga saya," kata Kim Jong-nam yang sekarang menetap di Makao tersebut.
Meski demikian Kim Jong-nam mengatakan siap membantu Kim Jong-un, anak bungsu pemimpin Korea Utara Kim Jong-il.
"Saya akan membantu adik saya, Kim Jong-un, semampu saya sementara saya berada di luar negeri."
Kim Jong-un, adik Kim Jong-nam diangkat menjadi pemimpin Korea Utara menggantikan sang ayah setelah tiba-tiba dipromosikan menjadi jenderal dan pengurus teras partai komunis bulan lalu.
Para pengamat mengatakan awalnya Jong-il memilih Jong-nam sebagai calon pemimpin, namun keputusan ini diurungkan setelah Jong-nam tertangkap basah masuk ke Jepang dengan paspor palsu pada 2001.
Korea Utara, yang dikenal sangat tertutup, menggelar parade militer besar-besaran pada hari Minggu (10/10), yang dihadiri oleh Kim Jong-un.









