Inggris pangkas belanja publik

Pemerintah koalisi di Inggris mengumumkan anggaran yang antara lain berisi penghematan paling besar dalam beberapa dekade terakhir.
Menteri keuangan George Osborne mengatakan pemangkasan belanja negara dan menaikkan pajak sangat penting untuk mengurangi defisit yang sangat besar.
Di kalangan negara-negara maju, defisit anggaran Inggris adalah salah satu yang paling besar.
Namun tidak semua kalangan menyetujui langkah pemerintah. Beberapa ekonom dan Partai Buruh yang beroposisi berpendapat pemangkasan yang terlalu cepat atau terlalu besar bisa mendorong Inggris kembali mengalami resesi.
Pemangkasan belanja untuk publik ini menandai masa-masa sulit yang dihadapi pemerintah dan masyarakat Inggris.
Seperti halnya dengan banyak negara Eropa, Inggris belum pulih dari krisis ekonomi yang dipicu oleh masalah kredit rumah (subprime mortgage crisis) di Amerika Serikat.
Beda sebab, dampak sama
Kondisi ini mengingatkan pada krisis Asia pada 1990-an.
Namun Kepala perwakilan Bank Indonesia di London Budiman Kostaman mengatakan krisis di Asia dan Eropa disebabkan oleh dua hal berbeda walau memiliki dampak yang sama.
"Krisis di Asia diawali dengan keputusan Thailand mengambangkan nilai tukar baht. Padahal fundamental ekonomi Thailand ketika itu tidak begitu kuat," jelas Budiman.
Thailand memiliki hutang yang banyak dengan cadangan devisa tidak begitu besar.
Krisis kemudian merembet ke negara-negara Asia yang memiliki kondisi mirip dengan Thailand.
Krisis di Eropa disebabkan oleh persoalan kredit rumah di Amerika.
"Persoalannya membesar yang membuat pemerintah membantu perbankan," kata Budiman.
Pemerintah membantu permodalan dan pinjaman perbankan namun dana yang dipakai pemerintah untuk menyelamatkan perbankan ternyata tidak kecil.
Kas pemerintah makin tipis karena pada saat yang bersamaan harus mengeluarkan dana untuk berbagai program yang ditujukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
"Meski disebaban oleh dua hal yang berbeda, kedua krisis ini menyebabkan hal yang sama. Pertumbuhan ekonomi menjadi anjlok," kata Budiman.
Belanja publik
Ia mengatakan ada hal penting yang bisa ditarik dari krisis ekonomi di kawasan Eropa saat ini.
Berbagai langkah yang diambil pemerintah di Eropa dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan defisit anggaran.
Di sejumlah negara. defisit anggaran dianggap terlalu besar dan harus dikurangi.
Mekanisme yang diambil beberapa negara, termasuk Inggris, adalah dengan memangkas belanja publik.
"Untuk mencegah persoalan serius seperti ini, mau tidak mau pemerintah harus berhati-hati. Pemerintah harus melakukan disiplin anggaran," tegas Budiman.
Idealnya, defisit anggaran tidak melebihi 3% dari produk domestik bruto dan hutang harus di bawah 60% dari produk domestik bruto.
"Dua hal ini dilanggar oleh beberapa negara di Eropa karena pemerintah ingin menjaga citra di mata masyarakat dengan menerapkan kebijakan populis," kata Budiman.
Komentar warga
Pemimpin sementara pihak oposisi Partai Buruh Harriet Harman mengatakan sejumlah langkah terutama kenaikan pajak penjualan akan menyulitkan kelompok miskin.
"Kebijakan itu tidak adil karena pemotongan anggaran akan berpengaruh pada rakyat yang mengandalkan sektor umum dan tunjangan. Dampak atas tunjangan dan pajak ini akan sangat terasa di kawasan miskin," kata Harriet Harman.
Seorang warga Inggris, Julian Murtagh yang bekerja di satu bank di London mengatakan langkah pengetatan pemerintah ini tidak akan berdampak banyak pada masyarakat biasa.
"Nilai mata uang poundsterling meningkat setelah pemerintah mengumumkan langkah ini, jadi ke depannya akan bagus untuk membantu mengurangi defisit Inggris," kata Julian.
"Bagi masyarakat kebanyakan tidak akan berdampak banyak," tambahnya.
Kebijakan yang diambil pemerintah termasuk kenaikan pajak penjualan dua setengah persen dari 17,5% menjadi 220% bulan Januari depan.
Pemerintah juga meningkatkan angka pendapatan yang terkena pajak.
Bagi Andrew Williams, seorang guru yang tinggal di London timur, peningkatan angka pendapatan terkena pajak ini penting bagi keluarganya.
"Di satu sisi pajak penjualan naik namun yang menguntungkan adalah ditingkatkannya pendapatan terkena pajak. Jadi kami terbantu dalam hal ini, walaupun pengeluaran juga akan besar," kata Andrew yang mahir berbahasa Indonesia.









