Petualang Hamish Harding dan Pengusaha Shahzada Dawood berada dalam kapal selam 'Titanic' yang hilang

Keterangan video, VIDEO: Pada 2022, BBC merekam Stockton Rush di dalam kapal selam Titanic.
    • Penulis, Marie Jackson & Matthew Davis
    • Peranan, BBC News

Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan kapal selam yang hilang dalam perjalanan menuju bangkai kapal Titanic yang berada di laut dalam pada Minggu.

Kapal selam kecil itu hilang kontak sekitar satu jam 45 menit setelah menyelam di tengah Samudra Atlantik.

Operasi pencarian besar-besaran yang dikerahkan dari Boston, Massachusetts, masih berusaha menemukan kapal dan lima orang di dalamnya.

Inilah yang kami ketahui tentang mereka.

Hamish Harding

Hamish Harding

Sumber gambar, Lotus Eyes Photography

Keterangan gambar, Hamish Harding sudah pernah terbang ke luar angkasa dan mengunjungi Kutub Selatan.

Petualang Inggris berusia 58 tahun itu merupakan pendiri Action Aviation, dealer jet pribadi yang berbasis di Dubai, dan sudah mencatatkan beberapa prestasi di bidang eksplorasi.

Harding pernah mengunjungi Kutub Selatan beberapa kali, salah satunya bersama mantan astronot Buzz Aldrin, dan terbang ke luar angkasa pada 2022, dalam penerbangan wisata luar angkasa Blue Origin.

Dia memegang tiga Rekor Dunia Guinness. Salah satunya, Harding mencatatkan waktu terlama yang dihabiskan di kedalaman laut penuh saat menyelam ke bagian terdalam Palung Mariana.

Pada musim panas 2022, dia memberi tahu Business Aviation Magazine bahwa dia besar di Hong Kong, memenuhi syarat sebagai pilot pada pertengahan 1980-an saat belajar di Cambridge, dan mendirikan perusahaan pesawatnya setelah menghasilkan uang dari perangkat lunak perbankan.

Dia juga mengatakan penyelaman Titanic seharusnya dilakukan pada Juni 2022, tetapi ditunda karena "sayangnya kapal selam itu rusak pada penyelaman sebelumnya". Dia mengatakan tidak ada yang terluka dalam insiden itu.

Ketika ditanya tentang keinginannya untuk eksplorasi, dia berkata: "Menurut saya, semua ini adalah risiko yang telah diperhitungkan dan dipahami dengan baik sebelum kita mulai."

Baca juga:

Akhir pekan lalu, dia mengatakan di Facebook bahwa misi itu "kemungkinan akan menjadi yang pertama dan satu-satunya pada 2023" karena kondisi cuaca buruk di Newfoundland, Kanada, tempat misi itu dimulai.

Belakangan, anak tirinya Brian Szasz mengatakan dalam unggahan di Facebook, yang sekarang sudah dihapus, bahwa ayah tirinya "hilang bersama kapal selam."

Teman David Mearns, seorang ilmuwan kelautan dan pemimpin ekspedisi, menggambarkan Harding sebagai "pria yang sangat menawan" yang tertarik pada "petualangan ekstrem".

Patrick Woodhead, pendiri operator tur Inggris White Desert Antarctica, mengatakan Harding adalah penjelajah penerbangan yang "luar biasa", dan menyampaikan dukanya untuk istri Harding, Linda, dan putra-putranya.

Terry Virts, seorang pensiunan astronot NASA, mengatakan kepada program Newshour BBC bahwa Harding "adalah seorang penjelajah, bukan pencari sensasi", dan "mampu menangani keadaan darurat".

Shahzada and Suleman Dawood

Suleman Dawood and Shahzada Dawood

Sumber gambar, Dawood family

Keterangan gambar, Suleman Dawood, 19 tahun, dan ayahnya Shahzada Dawood, 48 tahun.

Pengusaha Inggris Shahzada Dawood, 48 tahun, berasal dari salah satu keluarga terkaya di Pakistan. Dia dan putranya, Suleman, seorang siswa berusia 19 tahun, berada di kapal selam itu.

Dia tinggal bersama istrinya, Christine, dan anaknya yang lain bernama Alina, di Surbiton, London barat daya. Keluarganya menghabiskan waktu satu bulan di Kanada sebelum ayah dan anak itu melakukan penjelajahan bawah air.

Shahzada adalah wakil ketua konglomerat Pakistan Engro Corporation, yang merupakan perusahaan pupuk besar.

Dia juga mengelola yayasan keluarganya, Dawood Foundation, serta Institut SETI - sebuah organisasi penelitian berbasis di California yang mencari kehidupan di luar bumi.

Shahzada juga merupakan pendukung dua badan amal yang didirikan oleh Raja Charles - British Asian Trust dan Prince's Trust International.

Seorang juru bicara Istana mengatakan Raja ingin mengetahui semua informasi terbaru tentang operasi penyelamatan dan "dia berduka untuk semua orang yang berada di kapal selam".

Dalam sebuah pernyataan, keluarga Shahzada mengatakan dia tertarik untuk "menjelajahi berbagai habitat alami", dan sebelumnya hal itu pernah dibicarakan di PBB dan Oxford Union.

Ia belajar di Philadelphia, AS, dan University of Buckingham di Inggris, tempat ia lulus pada 1998.

Sebuah pernyataan keluarga menggambarkan Suleman, yang masih remaja, sebagai "penggemar berat sastra fiksi ilmiah dan mempelajari hal-hal baru", dan memiliki minat pada kubus Rubik dan permainan bola voli.

Paul-Henry Nargeolet

Paul-Henry Nargeolet

Sumber gambar, JOEL SAGET/AFP

Keterangan gambar, Paul-Henry Nargeolet adalah seorang penyelam di Angkatan Laut Prancis.

Paul-Henry Nargeolet, 77 tahun, mantan penyelam Angkatan Laut Prancis, juga ada di dalamnya.

Dijuluki Tuan Titanic, dia dilaporkan menghabiskan lebih banyak waktu di bangkai kapal daripada penjelajah lainnya.

Bahkan dia merupakan bagian dari ekspedisi pertama yang mengunjungi bangkai kapal itu pada 1987, dua tahun setelah bangkai kapal Titanic ditemukan.

Pria berusia 77 tahun itu adalah direktur penelitian bawah air di sebuah perusahaan yang memiliki hak atas bangkai kapal Titanic.

Juru bicara keluarga Mathieu Johann mengatakan pada awalnya dia berharap penguasaan diri dan karier militer Nargeolet bisa meyakinkan semua isi kapal, bahkan jika operasi penjelajahan itu tidak bergantung padanya.

Sesaat sebelum menaiki kapal selam, Nargeolet mengatakan dia telah menantikan ekspedisi tahun depan untuk memulihkan benda-benda dari bangkai kapal, tambahnya.

Stockton Rush

Inside the Titanic submarine last year
Keterangan gambar, BBC merekam Stockton Rush di dalam kapal selam pada 2022.

Stockton Rush, 61 tahun, adalah CEO OceanGate, perusahaan yang menjalankan ekspedisi kapal selam Titanic, dan perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa dia ada di dalamnya.

Dia adalah seorang insinyur berpengalaman yang sebelumnya telah merancang pesawat eksperimental dan mengerjakan kapal selam kecil lainnya.

Rush mendirikan perusahaan pada 2009, menawarkan kesempatan kepada para pelanggan untuk memiliki pengalaman melakukan perjalanan di laut dalam.

Dia menjadi berita utama global pada 2021 ketika mulai menawarkan perjalanan ke lokasi bangkai kapal Titanic.

Dengan US$250.000 (sekitar Rp3 miliar), perusahaannya menawarkan kesempatan untuk melihat dari dekat apa yang tersisa dari kapal terkenal itu.

Peserta melakukan perjalanan sekitar 595 kilometer dengan kapal yang lebih besar ke area di atas lokasi bangkai kapal, kemudian melakukan penyelaman selama delapan jam ke Titanic dengan kapal selam seukuran truk yang dikenal sebagai Titan.

Berbicara kepada New York Times pada 2022, dia mempromosikan model bisnis itu, dan mengatakan harga tiket adalah "sebagian kecil dari biaya pergi ke luar angkasa dan sangat mahal bagi kami untuk mendapatkan kapal ini dan pergi ke sana".

Artikel tahun 2017 yang ditulis untuk situs Universitas Princeton, tempat dia belajar, melaporkan Rush selalu ikut dalam setiap penyelaman OceanGate.

Titan submersible from OceanGate