Invasi Rusia ke Ukraina: Mengenang Alisa dan Polina, dua anak yang tewas akibat serangan militer

ukraina

Sumber gambar, Ukraine emergency service

Keterangan gambar, Seorang bocah tewas akibat serangan rudal Rusia mengenai gedung apartemen di Chuhuivl, Ukraina.
Waktu membaca: 3 menit

Jumlah warga sipil yang tewas dalam invasi Rusia ke Ukraina terus meningkat setiap hari. Hingga Minggu (27/02), Komisi Hak Asasi Ukraina mencatat sebanyak 210 penduduk sipil tewas, termasuk sejumlah anak-anak.

Di antara mereka terdapat seorang bocah tujuh tahun yang meninggal dunia akibat serangan yang menghantam Taman Kanak-Kanak di Kota Okhtyrka—sekitar satu jam berkendara dari perbatasan Ukraina bagian timur laut.

Nama bocah tersebut adalah Alisa Hlans. Dia dan lima orang lainnya tewas saat Rusia melancarkan serangan pada hari kedua invasi, Jumat (25/02).

Alisa terluka parah dan nyawanya tak tertolong saat dirawat di rumah sakit pada Sabtu (26/02).

line

Rusia menyerang Ukraina:

line
Irina Venediktova

Sumber gambar, Irina Venediktova/Facebook

Keterangan gambar, Jaksa Ukraina, Irina Venediktova, mengunggah lukisan ini dalam unggahan di Facebook yang mengumumkan kematian Alina.

Jaksa Ukraina, Irina Venediktova, mengatakan Alisa mengembuskan napasnya yang terakhir saat para dokter sedang berjuang menyelamatkan nyawa bocah lainnya. Tiga bulan lagi, Alisa bakal berulang tahun yang kedelapan.

Irina kemudian mengunggah pesan di media sosial dengan tulisan 'Kami perlu damai!"

Selain Alisa, seorang anak perempuan lain tewas ketika Rusia melancarkan serangan. Namanya, Polina. Hidupnya berakhir saat menginjak tahun terakhir sekolah dasar di Kyiv.

Menurut aparat di Kota Kyiv, Polina dan orang tuanya ditembak mati oleh kelompok penyabotase Rusia di jalanan bagian barat laut kota.

Adik dan kakak Polina sempat dilarikan ke rumah sakit. Saudari kandungnya ditangani di ruang perawatan intensif, sedangkan abangnya dibawa ke rumah sakit anak yang berbeda.

ukraina

Sumber gambar, Volodymyr Bondarenko/Facebook

Keterangan gambar, Polina sedang bersama keluarganya ketika mereka ditembaki tentara Rusia.
1px transparent line

Mayoritas warga sipil yang tewas belum teridentifikasi, namun kisah mereka sungguh memprihatinkan.

Misalnya, seorang bocah yang meninggal ketika sebuah gedung apartemen di bagian timur laut Ukraina dihantam artileri pada hari kedua invasi Rusia. Ledakan tersebut memicu kebakaran di beberapa apartemen lainnya di Chuhuiv, dekat Kota Kharkiv.

ukraina rusia
1px transparent line

Kisah lainnya, lima orang dari satu keluarga tewas di bagian selatan Ukraina pada hari pertama invasi—tatkala pasukan Rusia bergerak ke Kota Kherson dari Krimea, yang direbut dari Ukraina delapan tahun lalu.

Rincian mengenai serangan itu pertama kali diungkap Kepala Polisi Lalu Lintas Ukraina, Yevhen Zhukov.

Keluarga tersebut dilaporkan berupaya kabur menggunakan dua mobil dari pergerakan militer Rusia dekat Nova Kakhovka di pinggiran Kherson.

Namun, militer Rusia melepaskan tembakan yang menewaskan dua anak, ibu mereka, serta kakek dan nenek mereka yang berusia 56 tahun.

Kedua bocah itu adalah Sofia usia enam tahun dan adiknya, Ivan, berusia beberapa pekan.

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

1px transparent line

Lebih dari 450 kilometer dari lokasi itu, dua desa di Ukraina tenggara yang berada tak jauh dari perbatasan Rusia mengalami tragedi ganda.

Di sana terdapat komunitas etnis Yunani yang telah bermukim di Ukraina sejak lama. Pemerintah Yunani mengatakan komunitas tersebut terdiri dari sekitar 150.000 orang.

Saat Rusia melancarkan serangan udara, dua desa tersebut dihantam. Satu desa bernama Sartana di pinggiran Mariupol dan satu desa lainnya bernama Buhas yang terletak sejauh 65km di utara.

Akibat gempuran itu, sebanyak 10 warga sipil keturunan Yunani tewas.

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

1px transparent line

Pada Sabtu (26/02), Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, mengungkapkan kesedihan dan amarahnya. Menteri luar negeri Yunani kemudian memprotes serangan itu kepada duta besar Rusia.

Kedutaan Rusia di Athena menyalahkan pasukan Ukraina atas kejadian itu seraya mengklaim "operasi khusus militer" Rusia hanya menyasar unit dan infrastruktur militer Ukraina.