Bentrokan pecah di Masjid al-Aqsa setelah salat Jumat, banyak korban luka, menyusul gencatan senjata di Gaza
Sumber gambar, Getty Images
Keterangan gambar, Bentrokan di Masjid al-Aqsa. Palestina menyebut polisi menyerbu pekarangan sementara Israel mengatakan warga Palestina melempar batu.
Setidaknya 15 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di kompleks Masjid al-Aqsa, di daerah pendudukan di Yerusalem Timur, sementara di Gaza gencatan senjata Hamas dan Israel memicu warga turun ke jalan-jalan.
Banyak laporan bertolak belakang terkait penyebab kerusuhan.
Kantor berita resmi Palestina Wafa mengutip para saksi mata yang mengatakan setelah salat Jumat, jemaah tetap berada di kompleks masjid untuk merayakan gencatan senjata di Gaza mengakhiri pertempuran 11 hari.
Namun polisi Israel, menurut Wafa "menyerbu kompleks dan mulai melepaskan tembakan peluru karet dan gas air mata ke arah jamaah."
Setidaknya 15 orang terluka karena tembakan peluru karet sementara lainnya karena gas air mata atau pukulan polisi, menurut Wafa.
Petugas medis Palestina mengatakan kepada kantor berita Reuters sekitar 20 warga Palestina terluka.
Polisi Israel sebelumnya mengatakan "kerusuhan pecah" setelah salat dan bahwa warga Palestina melemparkan batu ke arah polisi.
Sumber gambar, Getty Images
Keterangan gambar, Sebelum kerusuhan, warga melakukan salat Jumat di Masjid al-Aqsa.
Sumber gambar, AFP
Keterangan gambar, Polisi Israel menyebut warga melempar batu sementara kantor berita Palestina mengatakan polisi menyerbu kompleks.
Sumber gambar, Getty Images
Keterangan gambar, Bentrokan kemudian terjadi.
Sumber gambar, Getty Images
Keterangan gambar, Warga protes menentang konflik di Gaza.
Sumber gambar, Reuters
Keterangan gambar, Warga Palestina menghindari granat kejut yang dilempar polisi Israel.
Sumber gambar, Reuters
Keterangan gambar, Warga Palestina protes di kompleks Masjid al-Aqsa.
Kompleks Masjid al-Aqsa merupakan tempat suci bagi Muslim dan juga Yahudi, tempat yang disebut Temple Mount. Kompleks ini sering menjadi tempat kerusuhan antara polisi Israel dan warga Palestina.
Israel menduduki Yerusalem Timur sejak perang Timur Tengah pada 1967 dan menganggap seluruh kota sebagai ibu kota, langkah yang tak diakui mayoritas komunitas internasional.
Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara independen di masa depan.
Gencatan senjata di Gaza
Sebelumnya, Hamas dan Palestina mulai memberlakukan gencatan senjata, mengakhiri 11 hari pertempuran kedua pihak yang telah menewaskan lebih dari 250 orang, sebagian besar di Gaza.
Sumber gambar, AFP
Keterangan gambar, Polisi Israel menyebut warga melempar batu sementara kantor berita Palestina mengatakan polisi menyerbu kompleks.
Warga Palestina tumpah ke jalan-jalan di Gaza tak lama setelah gencatan senjata dimulai, sementara Hamas memperingatkan mereka tetap berwaspada.
Sumber gambar, Reuters
Keterangan gambar, Polisi Israel di al-Aqsa.
Baik Israel dan Hamas sama-sama mengeklaim kemenangan dalam konflik ini.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan gencatan senjata merupakan "peluang sesungguhnya" untuk mencapai kemajuan.
Sumber gambar, Reuters
Keterangan gambar, Seorang ibu dan anak di depan rumah mereka yang hancur di Beit Hanoun, Gaza pada 21 Mei.
Sumber gambar, Reuters
Keterangan gambar, Seorang pria Israel memeriksa kerusakan di rumahnya akibat serangan roket.
Tak lama setelah gencatan senjata berlaku pada pukul 02:00 pada Jumat (05:00 WIB), banyak warga turun ke jalan-jalan dengan mobil ataupun berjalan kaki untuk merayakan.
Di Gaza, pengemudi membunyikan klakson sementara pengeras suara dari masjid-masjid meneriakkan "kemenangan kelompok perlawanan."
Keterangan video, Warga Palestina di Gaza merayakan gencatan senjata.
Militer Israel mengatakan mereka mencabut pembatasan darurat di seluruh wilayah.
Kabinet Israel membenarkan bahwa sudah dikeluarkan keputusan untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hamas.
Korban terbanyak di Gaza
Sumber gambar, Getty Images
Keterangan gambar, Warga di rumah mereka yang rusak di Gaza.
Pertempuran pecah pada 10 Mei lalu setelah ketegangan Israel-Palestina selama berminggu-minggu di daerah yang diduduki Yerusalem Timur, yang berujung pada bentrokan di Masjid al-Aqsa.
Hamas meluncurkan roket setelah memperingatkan Israel untuk menarik diri dari wilayah itu dan Israel membalas dengan serangan udara.
Paling tidak 243 orang meninggal termasuk lebih dari 100 anak-anak dan perempuan di Gaza, menurut kementerian kesehatan Palestina. Sementara Israel mengatakan mereka membunuh paling tidak 225 militan selama pertempuran.
Hamas tidak memberikan angka korban para pejuang mereka.
Di Israel, 12 orang termasuk dua anak meninggal, menurut petugas medis.
Militer Israel mengatakan lebih dari 4.300 roket ditembakkan ke arah wilayah mereka oleh Hamas dan mereka menyerang lebih dari 1.000 target di Gaza.
Apa yang dikatakan kedua belah pihak?
Sumber gambar, Getty Images
Keterangan gambar, Sedikitnya 232 orang, termasuk lebih dari 100 perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan di Gaza.
Untuk kali pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, di Israel tidak dibunyikan lagi sirene peringatan tembakan roket dari Hamas, pertanda gencatan senjata mulai berlaku.
Sumber gambar, AFP via Getty Images
Keterangan gambar, Dua anak perempuan di Kota Ramallah mengibarkan bendera Palestina setelah muncul gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat dini hari 21 Mei 2021.
"Ini adalah euforia kemenangan," kata Khalil al-Hayya, seorang pejabat senior Hamas, di depan kerumunan ribuan warga Palestina di Gaza yang merayakan gencatan senjata.
Sumber gambar, Reuters
Keterangan gambar, Militer Israel melancarkan serangan terhadap Gaza dalam 11 hari terakhir.
Sumber gambar, AFP via Getty Images
Keterangan gambar, Warga Palestina merayakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas atas inisiatif Mesir di Kota Rafah, Jalur Gaza pada 21 Mei 2021.
Sedangkan Israel dalam pernyataannya mengatakan kampanye udaranya telah membuat pencapaian "yang belum pernah terjadi" di Gaza, wilayah yang diblokade Israel sejak 2007 atau sejak dipimpin Hamas.
Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan di Twitter bahwa serangan ke Gaza telah menghasilkan "keuntungan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya".
Gencatan senjata antara kedua pihak itu diusulkan oleh Mesir dan berlaku secara "mutual dan tanpa syarat".
Presiden Mesir mengatakan ia akan mengirim delegasi yang akan memantau penerapan gencatan senjata di lapangan.
Pejabat Hamas, Osama Hamdan, dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press mengatakan gencatan senjata dimulai pada Jumat pukul 2.00 dini hari.
Sumber gambar, Reuters
Keterangan gambar, Militer Israel melancarkan serangan terhadap Gaza dalam 11 hari terakhir.
Ia mengatakan perundingan gencatan senjata melibatkan Mesir dan Qatar.
Namun ia juga mengatakan Hamas saat ini "tidak kekurangan rudal".
Ia mengatakan serangan terhadap Israel "bisa berlanjut tak hanya hingga beberapa hari atau pekan ke depan, tapi bisa hingga beberapa bulan mendatang".
Gencatan senjata dicapai setelah aksi kekerasan dan bombardir militer Israel terhadap Gaza dalam 11 hari terakhir, sementara kelompok Hamas menembakkan roket-roket ke wilayah Israel.
Sumber gambar, Reuters
Keterangan gambar, Pemandangan seperti ini sering ditemui di Gaza dalam beberapa hari terakhir.
Pertempuran antara kedua pihak menewaskan setidaknya 232 orang di Gaza dan 12 orang di Israel.
Sebelum pengumuman gencatan senjata, Presiden Biden mengatakan kepada PM Netanyahu bahwa dirinya "mengharapkan adanya penurunan eskalasi secara signifikan".
Dalam perkembangan terkait, sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pihak-pihak yang bertikai terikat dengan hukum internasional.
"Bahkan perang sekali pun punya aturan. Pertama dan yang paling utama, warga sipil harus dilindungi," kata Guterres dalam pidato di Majelis Umum PBB, di New York, hari Kamis (20/05).
"Serangan semena-mena, serangan terhadap warga sipil, terhadap rumah milik warga sipil adalah pelanggaran hukum perang. Demikian juga dengan serangan terhadap sasaran-sasaran militer yang menyebaban hilangnya banyak nyawa warga dan luka terhadap warga sipil."
"Tidak ada justifikasi, apakah itu dengan alasan membalas tindak terorisme atau membela diri ... pihak-pihak yang berkonflik terikat dengan hukum kemanusiaan internasional," kata Guterres.
Kronologi: Bagaimana kekerasan terus meningkat
Kekerasan yang terparah selama beberapa tahun terakhir di Israel dan Wilayah Palestina di Jalur Gaza telah merenggut banyak nyawa. Konflik terbuka ini pecah setelah rangkaian ketegangan yang memuncak selama satu bulan sebelumnya. Berikut ini rentetan kejadian yang mengarah kepada pertikaian kedua pihak.
Image caption Polisi Israel menahan seorang pemuda Palestina di Gerbang Damaskus Image copyright by Getty Images
Bentrokan pecah di Yerusalem Timur antara warga Palestina dan polisi Israel
Warga Palestina marah atas dipasangnya barikade di luar Gerbang Damaskus yang jadi pintu masuk ke Kota Lama Yerusalem sehingga menghalangi mereka untuk berkumpul di sana setelah salat di Masjid al-Aqsa pada malam pertama bulan suci Ramadan.
Ketidakpuasan warga Palestina sebelumnya telah muncul akibat Presiden Mahmoud Abbas menunda Pemilu yang telah direncanakan, pada akhirnya menyalahkan Israel atas pengaturan proses pemungutan suara bagi warga Palestina di Yerusalem Timur.
Hamas - kompetitor bagi kubu Presiden Abbas yang menguasai Gaza dan juga mencalonkan kandidatnya - marah atas penundaan Pemilu.
Kekerasan di sekitar Gerbang Damascus dan tempat-tempat lain di Yerusalem Timur terus berlanjut tiap malam.
Sejumlah roket ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel, yang dibalas dengan serangan udara setelah sekian lama berlangsung masa tenang antara Israel dan Palestina.
Bentrokan meluas ke Jaffa, yaitu kota pelabuhan yang bersebelahan dengan Tel Aviv dan banyak dihuni etnis Arab - Yahudi.
Di Yerusalem, kaum muda Yahudi, yang marah atas rentetan serangan warga Palestina terhadap orang Yahudi Ortodoks yang difilmkan dan dimuat ke aplikasi TikTok, menyerang orang Arab sekaligus meneriakkan slogan-slogan anti-Arab.
Image caption Pasukan keamanan Israel bentrok dengan warga Palestina di luar Gerbang Damaskus Image copyright by Getty Images
Ratusan pengikut ultra-nasionalis Yahudi berdemo sambil meneriakkan “Matilah Orang-orang Arab” ke arah Gerbang Damaskus untuk memprotes serangan orang Arab atas orang Yahudi. Bentrokan pun pecah di lokasi antara warga Palestina dan polisi yang berupaya memisahkan kedua kelompok. Puluhan orang luka-luka.
Kekerasan antara orang Arab dan Yahudi meluas ke wilayah-wilayah lain di Kota Yerusalem.
Kelompok militan menembakkan puluhan roket ke Israel dari Gaza, yang dibalas dengan serangan udara.
Faksi Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas dan Hamas mengutuk ancaman penggusuran keluarga-keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka di distrik Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, oleh para pemukim Yahudi menjelang sidang pengadilan. Hamas menyerukan orang-orang Arab untuk membentuk “perisai perlawanan manusia” di sana.
Hari-hari berikutnya, polisi dan pendemo berulangkali bentrok di lokasi tersebut yang menjadi pusat pelampiasan kemarahan warga Palestina.
Militan di Gaza mulai mengirim balon pembakar ke Israel selama beberapa hari berturut-turut, menyebabkan puluhan kebakaran.
Dua pria bersenjata Palestina ditembak mati dan seorang lagi luka-luka setelah menembaki pasukan keamanan Israel di Tepi Barat bagian utara. Pihak berwenang Israel mengatakan kelompok bersenjata itu merencanakan “serangan besar” di Israel.
Image caption Masjid al-Aqsa telah menjadi medan bentrokan dua pihak yang bertikai Image copyright by Reuters
Malam kedua kekerasan di Yerusalem Timur berlangsung setelah puluhan ribu orang salat di masjid al-Aqsa pada malam Lailatul Qadr.
Polisi dan pendemo bentrok di Gerbang Damaskus. Polisi menggunakan meriam air, peluru karet, dan gas air mata menghadapi kerumunan warga Palestina, yang beberapa melempari batu.
Lebih dari 120 warga Palestina dan 17 polisi Israel luka-luka.
Mahkamah Agung Israel menunda sidang atas kasus Sheikh Jarrah setelah ada seruan penundaan karena meningkatnya kerusuhan. Ketegangan tetap tinggi dan rangkaian bentrokan tetap terjadi antara polisi Israel dan warga Palestina di Sheikh Jarrah dan Gerbang Damaskus.
Bentrokan pada dini hari pecah antara polisi dan warga Palestina di kompleks masjid al-Aqsa, di mana massa melemparkan batu dan polisi menembakkan granat kejut.
Kemarahan warga Palestina telah disulut oleh rencana pawai peringatan tahunan Hari Yerusalem yang dijadwalkan pada sore hari oleh ratusan kaum nasionalis Israel untuk merayakan perebutan Yerusalem Timur oleh Israel pada 1967
Pawai itu rencananya melewati kawasan yang mayoritas dihuni orang-orang Arab di Kota Lama dan ini dianggap warga Palestina sebagai provokasi yang disengaja. Akhirnya jalur pawai diubah, namun kekerasan tetap terjadi dengan melukai lebih dari 300 warga Palestina dan 21 polisi Israel di kompleks suci.
Hamas mengeluarkan ultimatum kepada Israel agar "menarik semua pasukannya dari masjid al-Aqsa dan Sheikh Jarrah pada pukul 18.00. Saat lewat tenggat waktu tanpa digubris Israel, sejumlah roket ditembakkan ke Yerusalem, kali pertama dalam bertahun-tahun terakhir.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Hamas sudah “kelewat batas” dan Israel membalasnya dengan serangan udara, menewaskan tiga anggota Hamas.
Saling balas tembakan roket dan serangan udara kian memuncak menjadi bentrokan paling dahsyat antara dua pihak sejak perang tahun 2014.