Kudeta Myanmar: Pejabat senior Partai NLD ditahan, Aung San Suu Kyi didakwa 'miliki walkie-talkie' secara ilegal

Aung San Suu Kyi (R) and Win Htein

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Win Htein (kiri) adalah pejabat senior partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang didirikan Aung San Suu Kyi (kanan)

Militer Myanmar menahan Win Htein, seorang pejabat senior partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Penahanan ini terjadi beberapa hari setelah Aung San Suu Kyi ditahan dan dikenai dakwaan oleh militer.

Win Htein dijemput dari rumahnya di Yangon pada Jumat (05/02) pagi. Dia mengatakan kepada BBC bahwa dirinya ditahan menggunakan pasal dalam Undang-Undang Anti-Makar yang bisa membuatnya dipenjara seumur hidup.

Dalam percakapan telepon, Win Htein juga mengatakan kepada BBC Burmese dirinya dibawa ke Ibu Kota Nay Pyi Taw oleh sejumlah personel polisi dan militer.

"Mereka tidak suka apa yang selama ini saya utarakan. Mereka takut dengan apa yang saya katakan," kata Win kepada BBC.

Pria berusia 79 tahun itu adalah pendukung Aung San Suu Kyi. Sejak kudeta terjadi, dia telah melayani sejumlah wawancara yang mengritik militer dan pemimpinnya, Min Aung Hlaing.

Para mantan pemimpin sipil Myanmar, termasuk Aung San Suu Kyi, dikenakan dakwaan oleh militer yang mengambil alih kekuasaan Senin (01/02) lalu.

Dokumen polisi menunjukkan Suu Kyi akan tetap ditahan sampai tanggal 15 Februari.

Dakwaan terhadapnya termasuk melanggar undang-undang ekspor impor dan memiliki secara ilegal alat komunikasi termasuk walki-talkie, sementara presiden yang digulingkan Win Myint, didakwa melanggar pembatasan yang diterapkan selama pandemi virus corona.

Tidak jelas di mana keberadaan Suu Kyi namun dia dilaporkan ditahan di kediamannya di ibu kota Nay Pyi Taw.

Pemerintahan militer baru Myanmar belum memastikan dakwaan itu.

Kelompok negara-negara maju menyerukan dibebaskannya para politikus yang ditahan dalam kudeta militer itu.

Tidak diketahui pasti apa yang terjadi pada Suu Kyi dan presiden sejak dini hari tanggal 1 Februari.

Tank di ibu kota Nay Phy Taw.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Tank di ibu kota Nay Phy Taw pada Rabu (03/02).

Menyusul kudeta yang dipimpin oleh Panglima Militer Jendral Min Aung Hlaing, pemerintah militer mengangkat 11 menteri selama keadaan darurat satu tahun.

Militer Myanmar menuding terjadi kecurangan besar dalam pemilihan umum November lalu, yang dimenangkan secara mutlak oleh partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi, NLD.

Apa rincian dakwaan?

Aung San Suu Kyi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Suu Kyi didakwa memiliki perlengkapan komunikasi secara ilegal.

Tuduhan-tuduhan terhadap Suu Kyi dan mantan presiden itu termuat dalam dokumen polisi yang diajukan ke pengadilan.

Suu Kyi dituduh secara ilegal mengimpor dan menggunakan alat komunikasi - walkie-talkie - yang ditemukan di rumahnya Nay Pyi Taw.

Ia tetap berada dalam tahanan agar "para saksi mata dapat ditanya, menyiapkan bukti dan pengacara setelah terdakwa diperiksa," menurut dokumen itu.

Sementara Win Myint dituduh berdasarkan undang-undang bencana nasional, karena bertemu dengan para pendukungnya dalam konvoi selama kampanye pemilu.

Bagaimana penentangan terhadap kudeta?

Para dokter yang protes di Mandalay.

Sumber gambar, MPA

Keterangan gambar, Para dokter yang protes di Mandalay.

Para aktivis di Myanmar menyerukan agar warga menentang kudeta.

Banyak paramedis berhenti bekerja atau melanjutkan kerja dengan menggunakan simbol penentangan dan kemarahan atas penekanan yang terjadi.

Paramedis yang melakukan protes mengatakan mereka menuntut agar Suu Kyi dibebaskan.

Mereka menggunakan pita berwarna merah atau hitam dan difoto dengan salam tiga jari, simbol yang sama dalam film Hunger Games dan juga yang digunakan oleh para demonstran di Thailand tahun lalu.

pengunjuk rasa di Bangkok.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pengunjuk rasa di depan kantor PBB di Bangkok. "Kami tak akan memaafkanmu," tulisan di poster dengan foto Jendral Min Aung Hlaing.

Melalui internet, banyak yang mengganti gambar profil dengan gambar hanya bewarna merah.

Namun banyak petanda akan terjadinya protes besar. Pada Selasa malam (02/02), para supir membunyikan klakson di kota Yangon, dan para penduduk memukul panci dan wajan.

Suasana Myanmar pada umumnya tenang menyusul kudeta, dengan adanya tentara berpatroli di jalan-jalan pada jam malam.

Demonstrasi mendukung militer juga terjadi dan diikuti oleh sekitar 3.000 orang, menurut kantor berita Associated Press.