Virus corona: 'Ribuan orang kemungkinan meninggal' setelah dua pengungsi Rohingya positif mengidap Covid-19

Rohingya

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Ada kekhawatiran virus corona menyebar cepat di kamp pengungsian.

Dua pengungsi etnis minoritas Rohingya dinyatakan positif mengidap virus corona di kamp pengungsian Bangladesh yang disebut sejumlah pejabat sebagai kamp pengungsian terbesar di dunia.

Ini adalah kasus pertama yang dikonfirmasi di lokasi pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh, yang menampung sekitar satu juta orang etnis Rohingya, ungkap seorang dokter pemerintah.

Para pejabat mengatakan kepada BBC bahwa mereka yang terinfeksi sekarang dirawat secara terpisah.

Sekitar 1.900 orang pengungsi Rohingya lainnya saat ini diisolasi untuk menjalani tes.

Para pengungsi Rohingya di lokasi kamp pengungsian di Cox's Bazar sudah menjalani kebijakan karantina wilayah sejak 14 Maret.

Pengungsi Rohingya

Sumber gambar, STR/AFP

Keterangan gambar, Para tahanan Rohingya yang dibebaskan mengenakan masker di tengah kekhawatiran pandemi virus corona. Mereka tiba di dermaga Sittwe di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, setelah diangkut kapal militer, 20 April 2020.

Di Yunani, yang juga merupakan lokasi bagi sejumlah besar pengungsi, para pejabat berharap dapat memindahkan sekitar 1.600 orang dari lokasi penampungan ke negara-negara lain, ketika pandemi mereda.

Dua orang migran yang mencapai Pulau Lesbos di wilayah perairan Yunani pada pekan ini dinyatakan positif Covid-19. Mereka sudah diisolasi tanpa kontak dengan para pengungsi di kamp-kamp di pulau itu.

Seberapa besar ancaman di Cox's Bazar?

Berbagai lembaga bantuan internasional telah memperingatkan tentang dampak potensial virus corona terhadap para pengungsi Rohingya, yang hidup dalam ruangan sempit, padat, serta memiliki akses terbatas ke air bersih.

Rohingya

Sumber gambar, Mohd Firdaus/Getty Images

Keterangan gambar, Pengungsi Rohingya menunggu buka puasa Ramadan di rumahnya di Kuala Lumpur, 5 Mei 2020, di tengah pandemi virus corona.

"Sekarang virus telah memasuki permukiman pengungsi terbesar di dunia di Cox's Bazar. Kami melihat prospek yang sangat nyata bahwa ribuan orang kemungkinan akan meninggal akibat Covid-19," kata Dr Shamim Jahan, Direktur kesehatan organisasi Save the Children di Bangladesh, dalam sebuah pernyataan.

"Pandemi ini dapat membuat Bangladesh mundur sekian dekade," katanya.

Manish Agrawal, salah-seorang pimpinan organisasi kemanusiaan International Rescue Committee (IRC) di Bangladesh, mengatakan bahwa ada 40.000 hingga 70.000 orang pengungsi tinggal per kilometer persegi.

Rohingya

Sumber gambar, SUZAUDDIN RUBEL/Getty

Keterangan gambar, Pengungsi Rohingya, yang kebanyakan tidak mengenakan masker, berkumpul di sebuah pasar di kamp pengungsian Kutupalong, Ukhia, Bangladesh, 24 Maret 2020.

"Itu setidaknya 1,6 kali kepadatan populasi di atas kapal pesiar Diamond Princess, tempat penyakit ini menyebar empat kali lebih cepat daripada di Wuhan saat puncak wabah," katanya kepada kantor berita Reuters, merujuk pada sebuah kapal pesiar di Jepang.

Siapa kelompok etnis Muslim Rohingya?

Masyarakat Rohingya, yang berjumlah sekitar satu juta jiwa di Myanmar pada awal 2017, adalah salah satu dari banyak etnis minoritas di negara itu. Mereka mengalami penganiayaan selama beberapa generasi.

Eksodus terakhir orang-orang Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dimulai pada Agustus 2017 setelah kelompok gerilyawan Rohingya melancarkan serangan mematikan di Myanmar terhadap lebih dari 30 pos polisi.

Rohingya

Sumber gambar, Burhaan Kinu/Getty Images

Keterangan gambar, Anak-anak pengungsi Rohingya di lokasi penampungan mereka di New Delhi, India, 8 April 2020.