Australia bergabung dalam gelombang pengusiran para diplomat Rusia

Kedutaan Besar Rusia di Washington, DC

Sumber gambar, Chip Somodevilla/Getty Images

Keterangan gambar, Kedutaan Besar Rusia di Washington, DC. Amerika Serikat mengusir 60 diplomat Rusia.

Australia bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa yang mengusir lebih dari 100 diplomat Rusia sebagai bagian dari respons global atas serangan terhadap mantan agen rahasia Rusia di Inggris.

PM Malcolm Turnbull mengatakan, "serangan jahat di Salisbury (Inggris) merupakan serangan terhadap kita semua".

Australia mengusir dua diplomat Rusia yang mreka tuduh merupakan 'para perwira inteljen yang tak diumumkan.'

Rusia mengatakan akan mengambil langkah balasan.

Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa mengusir 113 diplomat Rusia sebagai bagian dari respons yang terkoordinasi atas serangan terhadap mantan agen rahasia Rusia di Inggris.

Mantan agen ganda Rusia di Inggris, Sergei Skripal dan putrinya Yulia, diserang dengan zat saraf di Salisbury, Inggris selatan, dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Para pemimpin Uni Eropa pekan lalu mengatakan besar kemungkinan Rusia berada di balik serangan ini, namun pemerintah di Moskow menolak tuduhan tersebut.

Bantahan Moskow tidak menyurutkan Presiden Donald Trump untuk mengusir 60 diplomat Rusia di Amerika Serikat. Kanada mengambil langkah serupa.

Ukraina akan mengusir 13 belas diplomat Rusia, dan 50% dari negara-negara anggota Uni Eropa masing-masing akan mengusir empat diplomat Rusia.

Aksi mengusir diplomat Rusia pertama kali dilakukan oleh Inggris.

Moskow

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Moskow menyebut pengusiran diplomat mereka dari AS dan Eropa sebagai tindakan yang provokatif.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyambut baik langkah AS dan Eropa mengusir diplomat Rusia, yang ia katakan sebagai solidaritas.

"Kami menyambut baik tindakan sekutu-sekutu kami, yang jelas memperlihatkan bahwa kita berada dalam posisi yang sama untuk mengirim pesan kepada Rusia bahwa mereka tak bisa terus melanggar hukum internasional," kata PM May dalam satu pernyataan tertulis, Senin (26/03).

'Yang terbesar' sejak Perang Dingin

Bagi pemerintah di Washington, inilah pengusiran diplomat Rusia terbesar sejak Perang Dingin.

Serangan terhadap Skripal

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pihak berwenang mengatakan mantan mata-mata Rusia di Inggris, Sergei Skripal dan putrinya Yulia, diserang dengan zat saraf.

Pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa Rusia menggunakan zat saraf untuk mencoba membunuh seorang warga Inggris dan putrinya di Salisbury.

"Serangan yang dilakukan di Inggris, sekutu kami, mengancam nyawa banyak orang dan tiga orang mengalami luka parah, termasuk seorang anggota polisi," kata Kementerian Luar Negeri AS.

Pemerintah AS menggambarkan serangan ini 'jelas-jelas pelanggaran terhadap hukum internasional dan konvensi senjata kimia'.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mengatakan 14 negara Eropa memutuskan untuk mengusir diplomat-diplomat Rusia 'sebagai balasan' atas insiden di Salisbury.

Rusia menyebut langkah ini 'sangat provokatif' dan berjanji akan mengambil tindakan balasan.

"Ini adalah tindakan yang tidak bersahabat... kami akan mengambil balasan," kata pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Rusia.