Cerminan debat kusir di rumah

Merokok di dalam mobil

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Mayoritas parlemen Inggris mendukung larangan merokok di dalam mobil yang membawa anak-anak.
    • Penulis, Liston P Siregar
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Malam itu, Senin (10/02), saluran BBC News 24 menayangkan siaran langsung tentang pemungutan suara dari gedung parlemen tentang larangan merokok di dalam mobil jika anak-anak berada di dalamnya.

Hasilnya mayoritas anggota mendukung undang-undang dengan 376 suara sedangkan 107 menolaknya.

Saya berkomentar, "Wah ini sudah memasuki ruang pribadi."

Tapi saya langsung dibentak istri, "Gimana kau ini, masak anak-anak harus kena racun karena orang tuanya merokok."

Tersudut, saya pancing putri saya yang berusia 15 tahun -yang lahir dan besar di London- dengan asumsi dia juga menghargai kebebasan individu.

Dia malah punya sudut pandang lain, dengan mengangkat kesulitan penegakan hukumnya dan mengambil contoh larangan penggunaan telepon tangan saat menyetir yang sudah diatur undang-undang namun tetap saja banyak orang yang menelepon atau kirim SMS sambil nyetir.

Kebebasan pribadi

Debat kusir yang berlangsung di ruang TV itu sebenarnya mencerminkan perdebatan yang lebih serius di tingkat masyarakat terkait larangan merokok di dalam mobil yang berisi anak-anak.

Bahwa perokok pasif juga terkena dampak buruk sudah tidak perlu diperdebatkan lagi.

Kampanye sosial

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Kampanye menentang larangan merokok di dalam mobil yang membawa anak sudah ditempuh.

Kelompok pendukung mengatakan anak-anak tidak bisa berkata 'tidak' kepada orang tuanya yang merokok di dalam mobil jadi mereka harus dilindungi UU.

Tapi bukan berarti yang tidak mendukung larangan, seperti saya, langsung bisa dicap 'tidak perduli' dengan kesehatan anak-anak.

Seorang pegiat kebebasan sipil, Pat Nurse, menegaskan pemerintah tidak berhak mengatur hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh warga di ruang privasinya dan mobil -bukan bus, kereta api, kapal laut, atau pesawat- adalah milik pribadi total.

Saya setuju. Ada waktu dan tempat ketika seseorang menjadi 'raja' yang memiliki kekuasaan mutlak untuk memutuskan suatu hal.

Jelas bahwa kesehatan anak-anak harus dijamin, dalam kasus ini, dari asap rokok yang berbahaya di dalam mobil.

Tapi apakah larangan menjadi satu-satunya jalan?

Kampanye sosial

Saya kira kampanye sosial secara sistematis dan berkesinambungan lebih tepat agar semua orang tua menahan diri untuk tidak merokok, bukan hanya di dalam mobil, tapi juga di dalam rumah atau bahkan di halaman belakang.

Mobil di Inggris

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Masalah menegakkan peraturan mengingat terdapat hampir 29 juta mobil di Inggris.

Kampanye itu sebenarnya sudah berlangsung di berbagai media, tapi mungkin pemerintah memilih jalan pintas yang lebih murah dan dianggap 'lebih mudah': larangan dalam lewat undang-undang.

Palu sudah diketuk dan pemerintah akan menyusun undang-undang pelaksanaanya.

Percayalah, kelak akan muncul masalah penegakan hukumnya dan anak-anak yang ingin dilindungi tadi tetap menjadi korban.

Di Inggris tahun 2012 lalu saja tercatat 28,7 juta mobil -berdasarkan data DVLA yang mengeluarkan semacam STNK- dan apakah polisi siap mengamati mobil satu per satu karena tidak ada jaminan bahwa mobil A milik perokok dan mobil B bukan.

Kecuali pemerintah melakukan aksi memata-matai warganya satu per satu untuk nenyusun data tentang pemilik mobil dan perokok, kegiatan yang belakangan dikritik setelah diungkap oleh Edward Snowden.

Kemungkinan paling besar -dan Anda boleh menyebut saya spektis- adalah penegakan hukum yang lemah.

Makanya -menurut saya- kesadaran lewat kampanye sosial akan lebih efektif.