
Polisi belum menemukan keterkaitan antara teror Solo dengan peledak di Tambora
Kepolisian menyatakan tengah memburu tersangka yang diduga merupakan pemilik dan perakit bom berinisial Tr, yg ditemukan aparat Rabu malam di lokasi Jalan Teratai, Tambora Jakarta Barat.
Termasuk dalam temuan itu menurut kata Karo Penmas Mabes Polri Boy Rafly Amar, adalah pipa serta sejumlah bahan kimia yang kerap dipakai sebagai bahan meracik bom.
Dari teknik merakit dan jenis bom, polisi menyimpulkan bom ini mirip berbagai jenis yang pernah diungkap polisi sebelumnya dan diduga akan diledakkan dalam sebuah aksi bom.
Namun menurut Boy Rafly meski penemuan ini terjadi hanya berselang beberapa waktu dengan pengungkapan rangkain kasus teror di Solo, penyidik polisi belum menemukan tautan antara pelaku Solo dan Tambora.
"Ada juga paku, black powder, detonator dan baterai sembilan volt empat buah,"jelas Boy pada wartawan. Namun Tr berhasil melarikan diri.
"Kita berharap bisa mendapat keterangan dari Tr ini, mau diapakan sih bomnya," kata Boy.
Meski temuan peledak ini terjadi berdekatan dengan rangkain teror di Solo, Jawa Tengah, penyidik polisi menurut Boy belum menemukan kaitan antara pelaku Solo dan Tambora.
"Belum ditemukan, kita masih selidiki," kata Boy.
Tersangka teror Solo
Dalam kasus Solo, polisi telah memindahkan penahanan tersangka BS dari Yogyakarta ke tahanan Brimob Kelapa Dua, Depok.
BS, ditangkap pekan lalu dengan tuduhan membantu pelaku penembakan dengan menyediakan plat nomor kendaraan palsu yang dipakai dalam aksi serangan terhadap pos polisi di Gladak, Singosaren maupun Gemblekan, ketiganya di Solo.
Polisi juga menunjukkan rekaman video yang diklaim berisi pengakuan BS, yang menyebut dirinya bertugas menyelidiki lokasi-lokasi yang akan menjadi sasaran penembakan sebelum operasi dijalankan.
Seorang aparat polisi tewas dalam serangan ini sementara seorang anggota Densus 88 meninggal saat tersangka pelaku aksi teror ditangkap. Sementara dua tersangka pelaku teror tewas dalam aksi penyergapan di Solo tersebut.






