Palang Merah Internasional rilis aturan khusus untuk peretas sipil agar tidak serang rumah sakit

peretas

Sumber gambar, bbc

Keterangan gambar, Anggota kelompok peretas Squad 303/Anonymous yang menyerang Rusia.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC), untuk pertama kalinya, menerbitkan aturan keterlibatan bagi peretas sipil yang terlibat dalam konflik.

Aturan ini dirilis setelah Palang Merah Internasional memperingatkan jumlah orang yang bergabung dengan kelompok peretas patriotik sejak invasi Ukraina menembus angka yang belum pernah tercapai sebelumnya.

Kedelapan aturan tersebut antara lain mencakup larangan penyerangan terhadap rumah sakit, peretasan alat yang menyebar tanpa terkendali, dan ancaman yang menimbulkan teror di kalangan warga sipil.

Namun beberapa geng dunia maya mengatakan kepada BBC News bahwa mereka bakal mengabaikan aturan Palang Merah Internasional.

'Menyebar secara global'

Komite Palang Merah Internasional, yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan memantau aturan perang, mengirimkan aturan baru tersebut kepada kelompok-kelompok peretas yang khususnya terlibat dalam perang Ukraina.

ICRC juga memperingatkan para peretas bahwa tindakan mereka dapat membahayakan nyawa, termasuk nyawa mereka sendiri jika pihak lawan menganggap mereka sebagai target militer yang sah.

Peretasan patriotik bukanlah hal baru, mengingat banyaknya serangan di seluruh dunia ketika konflik meningkat selama satu dekade terakhir. Karena itu bukan tanpa alasan ICRC menyoroti serangan siber pro-Suriah terhadap media berita Barat pada 2013 silam.

Baca juga:

Namun tren yang mengkhawatirkan ini, dipercepat oleh kekacauan dunia maya dalam konflik Rusia-Ukraina, kini menyebar di dunia, kata penasihat hukum ICRC, Dr Tilman Rodenhäuser.

“Beberapa ahli menganggap aktivitas peretasan sipil sebagai 'aksi main hakim sendiri di dunia maya' dan berpendapat bahwa operasi tersebut tidak canggih secara teknis dan kemungkinan tidak menimbulkan dampak signifikan,” jelasnya.

“Namun, beberapa kelompok yang kami lihat di kedua belah pihak berjumlah besar dan ‘pasukan’ ini berhasil mengganggu banyak objek sipil, termasuk bank, perusahaan, apotek, rumah sakit, jaringan kereta api, dan layanan pemerintah sipil.”

Apa saja aturan Palang Merah Internasional?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Berdasarkan hukum humaniter internasional, aturannya adalah:

1. Jangan melancarkan serangan siber terhadap objek sipil

2. Jangan menggunakan malware atau alat atau teknik lain yang menyebar secara otomatis dan merusak sasaran militer dan obyek sipil tanpa pandang bulu

3. Saat merencanakan serangan dunia maya terhadap sasaran militer, lakukan segala upaya untuk menghindari atau meminimalkan dampak operasi Anda terhadap warga sipil

4. Jangan melakukan operasi siber apa pun terhadap fasilitas medis dan kemanusiaan

5. Jangan melakukan serangan dunia maya apa pun terhadap objek yang sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup masyarakat atau yang dapat melepaskan kekuatan berbahaya

6. Tidak melakukan ancaman kekerasan untuk menebar teror di kalangan penduduk sipil

7. Jangan melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional

8. Patuhi aturan ini meskipun musuh tidak melakukannya

ICRC juga meminta pemerintah negara-negara lain untuk menahan peretasan dan menegakkan hukum yang ada.

Konflik Ukraina mengaburkan batas peretas sipil dan militer

Konflik Ukraina telah mengaburkan batasan antara peretasan sipil dan militer. Kelompok peretas sipil seperti Pasukan IT Ukraina dibentuk dan didorong oleh pemerintah untuk menyerang Rusia.

Pasukan IT Ukraina, yang memiliki 160.000 anggota di saluran Telegramnya, juga menargetkan layanan publik seperti sistem kereta api dan bank.

Juru bicara kelompok tersebut mengatakan kepada BBC News bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan menerapkan peraturan ICRC.

Baca juga:

Kelompok ini sudah melarang serangan terhadap sasaran layanan kesehatan – namun dampak yang lebih luas terhadap warga sipil tidak dapat dihindari. “Mematuhi aturan dapat merugikan salah satu pihak,” tambah juru bicara tersebut.

Kelompok-kelompok besar di Rusia juga menyerang Ukraina dan negara-negara sekutunya – termasuk serangan yang mengganggu namun bersifat sementara, seperti mematikan situs web rumah sakit.

Killmilk of Russian hacktivist gang Killnet

Sumber gambar, bbc

Keterangan gambar, Pemimpin kelompok Killnet, Killmilk, bakal mengabaikan aturan Palang Merah Internasional

“Mengapa saya harus mendengarkan Palang Merah?” tanya perwakilan Killnet, yang memiliki 90.000 pendukung di saluran Telegramnya, kepada BBC News.

Kelompok pro-Rusia dituduh bekerja secara langsung atau bekerja sama dengan Kremlin. Namun Killnet membantah keras hal tersebut.

Sementara itu, perwakilan Anonymous Sudan, yang dalam beberapa bulan terakhir mulai menyerang perusahaan-perusahaan teknologi dan layanan pemerintah yang dianggap kritis terhadap Sudan atau Islam, mengatakan kepada BBC News bahwa peraturan baru tersebut "tidak dapat dijalankan dan melanggar peraturan tersebut demi kepentingan kelompok tidak dapat dihindari".

Dan salah satu anggota penting kelompok kolektif Anonymous mengatakan kepada BBC News bahwa mereka "selalu beroperasi berdasarkan beberapa prinsip, termasuk peraturan yang dikutip oleh ICRC".

Namun kini dia telah kehilangan kepercayaan terhadap Palang Merah Internasional dan tidak akan mengikuti peraturan barunya.